Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Membedakan Sariawan dan Kanker Mulut

Hal ini dikarenakan kanker mulut memang masih terbilang jarang terjadi di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, tercatat 5,6 persen dari total kasus kanker. Akan tetapi, diperkirakan akan meningkat 21,5 persen di tahun 2020 akibat kurangnya deteksi dini dan gejala yang kerap diabaikan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 25 November 2020  |  17:47 WIB
Ilustrasi mulut - Istimewa
Ilustrasi mulut - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sariawan memang tidak termasuk penyakit mulut yang serius dan tidak berbahaya, sehingga perawatannya kerap dianggap sebelah mata.

Hal ini dikarenakan kanker mulut memang masih terbilang jarang terjadi di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, tercatat 5,6 persen dari total kasus kanker. Akan tetapi, diperkirakan akan meningkat 21,5 persen di tahun 2020 akibat kurangnya deteksi dini dan gejala yang kerap diabaikan.

Nyatanya, menurut dr. Rusmawati, Sp.PM dari RS Mitra Keluarga, Bintaro, secara umum kita harus bisa membedakan sariawan biasa dengan kanker. Terutama melalui beberapa indikator yaitu waktu penyembuhan sariawan, tingkat kesakitan, lokasi sariawan, meraba sekitar luka sariawan serta melihat perubahan warna ada bercak putih dan merah atau tidak di rongga mulut.

Umumnya, yang merupakan gejala kanker mulut yakni sariawan lebih dari 1 bulan, rasa sakit di rongga mulut yang tidak sembuh, pembengkakan pada dagu akibat pembengkakan kelenjar limfa submandibular, adanya rasa ganjal di tenggorakan yang tidak hilang, kesulitan mengunyah dan menelan, gigi goyang/tanggal di sekitar tumor, benjolan pada leher, penurunan berat badan dan bau mulut.

Oleh sebab itu, dalam menjaga kesehatan mulut, kita bisa melakukannya secara mandiri melalui gerakan Sa-Mu-Ri (Periksa Mulut Sendiri) yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu cuci tangan hingga bersih, berdiri di depan cermin, periksa bibir bagian atas dan bawah, periksa gusi atas dan bawah, periksa pipi bagian kanan dan kiri.

“Lalu periksa lidah bagian atas dan bawah, periksa rongga mulut atas dan bawah, periksa lidah sisi kanan dan kiri serta periksa kelincahan, ke-kakuan dan pergerakan lidah,” kata Rusnawati dilansir dari siaran pers, Rabu (25/11/2020).

Menurut Vania Harista Product Manager PT Kalbe Farma Tbk, dalam pengobatan sariawan prinsip yang harus diperhatikan adalah kita harus mengatasi gejala dan mengatasi penyebabnya, untuk itu dalam pengobatannya kita harus memperhatikan obat sariawan yang ideal dan terbuat dari bahan alami. Salah satunya dari produk Kalbe yakni Aloclair.

Dia menjelaskan, Aloclair Plus merupakan obat sariawan yang efektif buat lapisan pelindung untuk mengurangi nyeri, efek tahan lama, kerja cepat, aman jika tertelan, bahan aktif aman, dan tolerabilitas baik, tidak menimbulkan iritasi dan rasa perih dan mudah digunakan.

“Aloclair plus memiliki 3 jenis kemasan yang tepat mengatasi sariawan pada bayi, anak serta orang dewasa yaitu Aloclair Plus Gel 8 mL, Aloclair Plus Spray 15 mL dan Aloclair Plus Mouthwash 60 mL,” lanjut Vania.

Aloclair memiliki kandungan Aloe Vera sebagai antiinflamasi, antiseptik, analgesik dan pembalut luka, Sodium Hyaluronate sebagai jaringan ikat, melembapkan, dan mempercepat penyembuhan luka, Glycyrrhetinic Acid mengadung ekstrak akar licorice sebagai antiinflamasi, dan Polyvinylpyrrolidone merupakan zat yang tidak diserap tubuh, disetujui FDA, dan mampu membentuk lapisan pelindung yang tahan lama.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker mulut
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top