Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Flexitarian, Diet Fleksibel dengan Beragam Manfaat

Dalam diet flexitarian, diatur cara makan dengan pola 3-4-5. Artinya 300 kalori saat pagi, 400 kalori ketika siang, dan 500 kalori pada malam.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  14:02 WIB
Diet Nordic - Istimewa
Diet Nordic - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Diet belakangan menjadi hal yang digandrungi para kaum hawa demi mendapatkan berat badan ideal. Kerap kali gaya hidup ini membuat penganutnya mengerem konsumsi makanan tertentu hingga akhirnya justru berdampak buruk bagi kesehatan.

Dari sekian jenis diet yang muncul dalam beberapa waktu terakhir, mungkin Anda bisa menerapkan diet flexitarian yang sejatinya mirip dengan pola makan gizi seimbang seperti yang disarankan Kementerian Kesehatan.

Konsultan Gizi dari RS Royal Progress Sunter, Rita Ramayulis mengatakan flexitarian merupakan pengaturan pola makan yang mengutamakan konsumsi pangan nabati. Pertama yang harus dikonsumsi yakni sayur, kedua buah, ketiga kacang-kacangan dan olahannya, keempat susu dan hasil olahannya, kelima yaitu gandum, biji-bijian, dan sereal utuh yang identik dengan serat, vitamin, dan mineral.

Kendati demikian, penganut diet ini tidak dilarang untuk mengonsumsi daging atau ikan, bahkan makanan kekinian, asal tahu porsi, kadar keinginan, dan batasannya. "Flexitarian itu fleksibel untuk bervegetarian. Prinsipnya itu tidak ada satupun makanan yang dihilangkan, semuanya boleh tapi kemudian ada prioritas di situ, sayur dan buah," ujarnya dalam webinar bertajuk 'Flexitarian: Sustaining the Healthy Habits with Real Food', Kamis (3/11/2020).

Dalam diet flexitarian, diatur cara makan dengan pola 3-4-5. Artinya 300 kalori saat pagi, 400 kalori ketika siang, dan 500 kalori pada malam. "Diantara selingan itu diminta konsumsi buah yang terdiri dari 150 kilo kalori," jelasnya.

Lebih lanjut Rita mengungkapkan ada beragam manfaat saat menerapkan diet flexitarian. Diet ini membuat sel menjadi muda dan kinerja sel imun terpompa dengan dengan baik. Hal ini karena ketika diadopsi dalam gaya hidup, akan terjadi peningkatan asupan serat, vitamin C, provitamin A, vitamin B, kalium, kalsium, lemak tidak jenuh, dan zat fitokimia. Selain itu, flexitarian menurunkan asupan energi dan kolestrol. "Itulah yang membuat berat badan seimbang," imbuhnya.

Jelas makanan di dalam fiet flexitarian minim kolestrol. Setidaknya dalam sehari kolestrol yang masuk ke dalam tubuh tidak lebih dari 300 miligram. Dengan demikian flexitarian membuat kadar LDL atau zat yang membawa kolestrol ke pembuluh darah menurun. Serat yang terkandung dalam sayur dan buah pun akan membuat kolestrol tidak berbalik ke hati melainkan terbuang ke usus besar.

Kesehatan pencernaan juga terjaga. Rita menerangkan di usus halus ada yang disebut microbiota yang berfungsi menghadapi tubuh dalam invasi dari luar dan mampu meningkatkan fungsi hati dalam metabolisme zat gizi, hingga membuat mood menjadi baik.

Microbiota bisa mati saat tidak memperoleh makanan yang berupa serat. Kemudian juga dia bisa mati apabila kita kurang tidur, kurang bergerak, mengonsumsi antibiotik, dan obat-obatan tertentu. "Flexitarian diet menjamin microbiota baik. Sebanyak 80 persen antibodi dihasilkan di usus bersama microbiota," tambahnya.

Rita menjabarkan asupan serat meningkatkan jumlah microbiota yang akan menstimulasi kerja sel imunitas innate dan adaptif. Peningkatan vitamin C juga melindungi sel ini dari radikal bebas. Buah-buahan merah dan orange jadi provitamin A untuk memelihara sel epitel dan penurunan indeks glikemik makanan akan menurunkan respon insulin hingga mencegah risiko inflamasi.

Flexitarian juga bersahabat dengan kadar glukosa darah. Makanan, vitamin, dan mineral akan dilepas bertahap. "Metabolisme jadi bekerja baik dan kadar glukosa kita terkontrol." sebutnya.

Soal penurunan berat badan, dengan diet yang mengutamakan sayur dan buah, tentu membuat volume lambung menjadi penuh hingga tidak memunculkan rasa lapar. Diet ini kata Rita juga membantu menjaga kepadatan tulang karena menyarankan minum susu dalam penerapannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vitamin c makanan susu diet
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top