Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembatasan Sosial Diperketat, Kasus Baru Corona di Korsel Turun Drastis

Korea Selatan telah memberlakukan skema jarak sosial Level 2.5 di wilayah Seoul yang lebih besar.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  10:40 WIB
Seorang wanita menjalani tes virus corona (Covid-19) di sebuah klinik darurat di Seoul, Korea Selatan (26/8/2020)./Antara - Reuters/Kim Hong/Ji
Seorang wanita menjalani tes virus corona (Covid-19) di sebuah klinik darurat di Seoul, Korea Selatan (26/8/2020)./Antara - Reuters/Kim Hong/Ji

Bisnis.com, JAKARTA - Penambahan kasus Covid-19 baru di Korea Selatan berangsur-angsur menurun seiring dengan pengetatan pembatasan sosial. Pada Senin (11/1/2021), penambahan kasus Covid-19 baru di negara tersebut bahkan berada dalam rekor terkecil selama 41 hari terakhir.

Melansir The Korea Times, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (Korea Disease and Prevention Agency/KDCA) mencatatkan penambahan 451 kasus Covid-19 baru, termasuk diantaranya adalah 419 infeksi lokal,. Dengan demikian total kasus terkonfirmasi di negara tersebut tercatat sebanyak 69.114 kasus.

Beban kasus harian pada Senin (11/1/2021) menandai untuk pertama kalinya sejak 1 Desember 2020 yang mana angka harian tetap di kisaran 400 dan juga penurunan tajam dari 665 yang tercatat pada hari Minggu (10/1/2021), 641 pada Sabtu (9/1/2021), dan 674 pada Jumat (8/1/2021).

KDCA melaporkan rata-rata 693 kasus baru setiap hari dilaporkan di seluruh negeri selama seminggu terakhir, tetap di kisaran 600 untuk pertama kalinya sejak awal Desember 2020. Namun, perlu dicatat pula bahwa tes yang dilakukan pada akhir pekan biasanya lebih sedikit.

Korea Selatan ini telah memberlakukan skema jarak sosial Level 2.5 di wilayah Seoul yang lebih besar, yang merupakan tertinggi kedua dalam skema lima tingkat negara itu, dan aturan Level 2 di wilayah lain sejak 8 Desember. 2020. Otoritas kesehatan memperpanjang tindakan tersebut hingga 17 Januari 2021.

Pertemuan pribadi lima orang atau lebih dilarang di seluruh negeri selama periode yang diperpanjang.

Restoran dan tempat hiburan berisiko tinggi, termasuk bar, klub, dan tempat karaoke, di wilayah metropolitan Seoul akan diizinkan untuk dibuka kembali secara bersyarat ketika langkah-langkah Level 2.5 saat ini berakhir.

Pihak berwenang mengatakan mereka akan memutuskan apakah akan menurunkan level pada akhir pekan mendatang.

Meskipun tren menurun, pejabat kesehatan tetap waspada terhadap varian virus baru yang pertama kali dilaporkan di Inggris.

Korea Selatan telah melaporkan 16 kasus varian baru itu. Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran makin meluas, pihak berwenang memperpanjang larangan penerbangan penumpang yang berangkat dari Inggris hingga 21 Januari 2021.

Dari kasus yang ditularkan secara lokal, ibu kota Seoul menyumbang 137 kasus, dan Provinsi Gyeonggi di sekitarnya menampung 142. Incheon, sebelah barat Seoul, memiliki 18 kasus baru. Wilayah Seoul yang lebih besar menyumbang sekitar setengah dari populasi negara.

Di luar Seoul yang lebih besar, kota pelabuhan tenggara Busan melaporkan 16 kasus tambahan dan Provinsi Gyeongsang Selatan menambahkan 13 kasus.

Di antara kasus yang dikonfirmasi, 32 diimpor dari luar negeri. Jumlah pasien COVID-19 yang sakit parah atau kritis mencapai 395, turun enam dari sehari sebelumnya.

Korea Selatan menambahkan 15 kematian lagi, meningkatkan total menjadi 1.140, menurut pihak berwenang. Jumlah orang yang dibebaskan dari karantina setelah sembuh total naik 2.143 orang dari hari sebelumnya menjadi 52.552 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan korsel Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top