Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studi : 1 dari 8 Penyintas Covid-19 Meninggal dalam 140 Hari

Hal ini diakibatkan efek jangka panjangnya pada pasien yang sembuh telah mendatangkan malapetaka
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  15:46 WIB
Petugas medis merawat pasien yang terinfeksi Virus Corona di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020). - Antara/Reuters
Petugas medis merawat pasien yang terinfeksi Virus Corona di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Studi menemukan satu dari delapan pasien yang pulih dari COVID meninggal dalam 140 hari

Hal ini diakibatkan efek jangka panjangnya pada pasien yang sembuh telah mendatangkan malapetaka.

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan pengungkapan yang mengejutkan di mana para ahli percaya satu dari delapan pasien COVID yang 'pulih' meninggal dalam 140 hari.

Studi yang dilakukan oleh Universitas Leicester dan Kantor Statistik Nasional (ONS) itu, menemukan bahwa 29,4% pasien COVID yang dipulangkan mengalami masalah kesehatan lagi dan harus menjalani perawatan lago, di mana 12,3% meninggal setelah menderita komplikasi.

Profesor Kamlesh Khunti berkata, orang-orang tampaknya akan pulang, mendapatkan efek jangka panjang, kembali masuk dan sekarat.

"Kami melihat hampir 30 persen telah diterima kembali, dan itu banyak orang. Jumlahnya sangat besar. " ujarnya dilansir dari Times of India.

Menurutnya, pelayanan kesehatan perlu menyusun strategi dan lebih efisien dalam persiapan menghadapi COVID jangka panjang.

Sementara studi, yang mengamati 47.780 pasien yang dipulangkan, belum ditinjau sejawat, para peneliti menuntut langkah yang lebih serius untuk diambil untuk hal yang sama.

Profesor Khunti, juga seorang profesor diabetes perawatan primer dan pengobatan vaskular di Leicester University, menekankan pada risiko kesehatan kronis yang ditimbulkan COVID-19 pada pasien yang pulih dari COVID.

Menurut penelitian tersebut, efek jangka panjang COVID-19 dapat menyebabkan penyintas mengembangkan masalah jantung, diabetes, serta kondisi hati dan ginjal kronis. Selain itu, orang di bawah usia 70 tahun mengembangkan masalah paru-paru, jantung, ginjal, dan hati, dan kasus baru diabetes muncul ke permukaan berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah mereka pulih dari Covid-19.

Dia menambahkan mereka tidak tahu apakah itu karena Covid menghancurkan sel beta yang membuat insulin dan Anda terkena diabetes tipe 1, atau apakah itu menyebabkan resistensi insulin, dan Anda mengembangkan Tipe 2, tetapi kami melihat diagnosis baru diabetes yang mengejutkan ini. 

Long Covid adalah keadaan mengalami komplikasi COVID dalam jangka waktu yang lama. Selama periode ini, seseorang dapat berubah dari mengalami gejala yang serupa dan paling umum dari virus corona baru menjadi tidak menghadapi masalah sama sekali.

Karena itu, berikut adalah beberapa gejala paling umum yang dapat Anda alami bahkan setelah sembuh dari penyakit.

- Sulit bernafas

- Nyeri sendi

- Nyeri dada

- Hilangnya rasa dan / atau bau

- Kelelahan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top