Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ahli Kembangkan Alat Tes Antibodi yang Sensitif Untuk Semua Mutasi Virus Corona

Para peneliti tengah menganalisis tes antibodi dari individu dengan infeksi Covid-19 tanpa gejala, ringan, atau parah, untuk mengecek mutasi virus corona.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  10:19 WIB
Petugas medis memperlihatkan sampel darah pengemudi angkutan umum saat tes cepat antibodi virus corona di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas medis memperlihatkan sampel darah pengemudi angkutan umum saat tes cepat antibodi virus corona di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Para ilmuwan Center for Infection and Immunity (CII) di Columbia University Mailman School of Public Health dan Sun Yat-Sen University di China menyiapkan tahap pengembangan tes antibodi yang sangat sensitif untuk semua infeksi virus corona, termasuk varian baru dari SARS-CoV-2.

Tes ini juga harus memungkinkan diferensiasi respon imun akibat infeksi virus corona dan vaksinasi. Penelitian yang dipublikasi di Jurnal Nature ini merangkai HCoV-Peptida yang terdiri dari 3 juta penanda kekebalan pada chip kaca, mencakup protein dari semua jenis virus corona. Bekerja sama dengan tim di Sun Yat-Sen University, para peneliti CII mengidentifikasi 29 tanda kekebalan khusus untuk SARS-CoV-2.

Sidik jari genetik (peptida) ini memberikan cetak biru untuk tes yang akan digunakan pada diagnostik dan pengawasan. Peneliti menilai tes antibodi terkini untuk infeksi SARS-CoV-2 dapat menghasilkan hasil positif palsu karena reaktivitas silang dengan virus corona musiman penyebab flu biasa, MERS-CoV, dan SARS-CoV-1.

Untuk mengembangkan rangkaian HCoV-Peptide, para peneliti pertama-tama menganalisis sampel darah yang diambil dari individu dengan infeksi SARS-CoV-2 tanpa gejala, ringan, atau parah, termasuk individu sehat, dan mereka yang terpapar SARS-CoV-1 dan virus corona musiman.

Dari semua analisis, 170.000 peptida terkait dengan virus corona manusia yang diketahui menghasilkan 29 peptida dengan reaktivitas terkuat dan paling spesifik dengan SARS-CoV-2. Selanjutnya, mereka memvalidasi tes menggunakan set sampel darah kedua, termasuk dari kasus SARS-CoV-2 yang dikonfirmasi, yang memiliki antibodi terhadap virus corona manusia lainnya, dan individu yang sehat.

Tes baru ini memiliki spesifisitas dan sensitivitas 98 persen. Tanda tangan kekebalan muncul dari delapan hari setelah timbulnya gejala Covid-19 hingga enam hingga tujuh bulan setelah infeksi.

"Pekerjaan ini akan memungkinkan kita dan orang lain untuk membuat tes darah yang murah dan mudah digunakan, yang dapat memberikan data untuk paparan serta kekebalan," ujar Asisten Profesor Epidemiologi di Columbia Mailman School Nischay Mishra, salah satu penulis penelitian ini, dikutip dari Medical Xpress, Rabu (17/2/2021).

Sebelumnya, para peneliti telah menggunakan metode serupa untuk mengembangkan tes Zika, myelitis lembek akut, dan infeksi yang ditularkan melalui kutu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antibodi Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top