Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Pakai Koleksi Desainer Tiap Bulan Cuma Rp300ribuan, Ini Tipsnya

Banyaknya pelanggan yang membatalkan pesanan mereka dan berkurangnya order setiap bulan memberikan dampak penurunan pada revenue brand fesyen tanah air.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 07 April 2021  |  18:14 WIB
Layanan penyewaan fashion
Layanan penyewaan fashion

Bisnis.com, JAKARTA -- Krisis Covid-19 memberikan dampak signifikan untuk para pelaku industri fesyen. Banyak merek fesyen yang terdampak hingga harus gulung tikar terutama ketika masa PSBB pertama Maret tahun lalu.

Banyaknya pelanggan yang membatalkan pesanan mereka dan berkurangnya order setiap bulan memberikan dampak penurunan pada revenue brand fesyen tanah air.

Namun setelah setahun berjalan, brand fesyen perlahan kembali seperti masa pre-pandemic, termasuk layanan persewaan, yang kini menjadi favorit banyak wanita di Indonesia. Terlepas dari trauma tahun lalu, pandemi telah meningkatkan relevansi konsep persewaan. Konsumen kini menuntut pilihan fesyen yang lebih sustainable.

CEO Rentique, Dea Amira mengungkapkan bahwa pihaknya telah mempelajari selama masa pandemi bahwa semua orang dapat hidup dengan metode “live with less”. Ini merupakan perubahan besar, bahwa mempertahankan lemari pakaian yang penuh dengan fast fashion item yang hanya dapat dikenakan satu atau dua kali sudah tidak lagi menjadi tren.

“Konsumen saat ini lebih memilih untuk mengkonsumsi sedikit barang namun sustainable & reliable, salah satu cara untuk mengurangi kepemilikan pakaian adalah beralih menggunakan layanan penyewaan,” ujarnya.

Layanan penyewaan digunakan pada acara-acara spesial, seperti in person meeting, pernikahan, maternity shoot, wisuda virtual, staycation atau sekedar hangout dengan teman sehingga konsep bisnis layanan persewaan bisa menjadi salah satu pemenang dalam industri ritel mendatang.

Menurutnya, selama pandemi pengguna baru di Rentique semakin meningkat. Apalagi konsumen telah terbiasa mengandalkan layanan online pada kehidupan sehari-hari, baik untuk delivery makanan, groceries atau apa pun.

“Kami lihat industri online tumbuh pesat dalam setahun terakhir dan itu yang membuat kami percaya akan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini serta normalisasi behavior mengenakan item second hand & trend sharing economy yang marak sejak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Bahkan saat ini ketika tetap berada di rumah, trendnya para wanita mulai mengenakan pakaian yang lebih menarik walaupun hanya sekedar zoom meeting.

“Dressing up mulai aktif kembali terlebih jika ingin bertemu dengan teman, ada perasaan untuk terlihat well put together & tampil fashionable untuk foto OOTD yang kemudian di post pada social media mereka,” tambah Dea.

Saat diluncurkan pada tahun 2019, Rentique menawarkan alternatif fesyen yang terjangkau bagi konsumen wanita untuk mengenakan item karya desainer pada berbagai acara melalui konsep penyewaan, dengan harga sewa mulai dari Rp 80.000 / 4 hari.

Setelah beberapa bulan didirikan, Rentique merambah ke layanan membership yang memungkinkan pengguna untuk menyewa 8 item koleksi desainer hanya dengan Rp 390.000 / bulan. Pada tahun 2021, layanan rentique telah mencakup 31 provinsi di Indonesia, dengan lebih dari 55.000 pengguna aktif pada aplikasi ios dan android, baru-baru saja Rentique juga menyabet penghargaan aplikasi terbaik kategori “Hidden Gem” oleh Google.

Salah satu pelanggan setia Rentique adalah Putri Indonesia Gorontalo 2019, Artika Rustam sebab konsep fashion rental ini seperti memiliki sesuatu yang baru yang kemudian beberapa kali dipakai dan setelah itu mencoba item baru.

“Sebelum menggunakan Rentique, saya menghabiskan sekitar Rp800.000 per bulan untuk membeli item baru, dengan rentique saya hanya menghabiskan Rp390.000 per bulan dan saya bisa mendapatkan 8 item setiap bulannya, ini benar-benar win-win solution untuk kantong dan untuk lingkungan. Melalui layanan ini saya lebih bisa mengekspresikan style fesyen saya, have fun with it dengan sekaligus menjadi eco-warrior,” terangnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion busana
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top