Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab Penderita Diabetes Sering Buang Air Kecil

Menurut Mayo Clinic ketika Anda menderita diabetes, kadar glukosa menjadi berlebih dan menumpuk di dalam darah. Dengan demikian, ginjal dipaksa bekerja lembur untuk menyaring dan menyerap kelebihan glukosa.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 21 April 2021  |  10:00 WIB
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Diabetes menyebabkan peningkatan rasa haus dan buang air kecil pada penderitanya. Mengapa demikian?

Menurut Mayo Clinic ketika Anda menderita diabetes, kadar glukosa menjadi berlebih dan menumpuk di dalam darah. Dengan demikian, ginjal dipaksa bekerja lembur untuk menyaring dan menyerap kelebihan glukosa.

Ketika ginjal tidak dapat mengimbangi kelebihan glukosa, kelebihan glukosa tersebut dikeluarkan ke dalam urin.

Glukosa membawa cairan dari jaringan tubuh dan ini membuat penderita diabetes merasa dehidrasi.

"Ini biasanya akan membuat Anda merasa haus. Saat Anda minum lebih banyak cairan untuk memuaskan dahaga, Anda akan buang air kecil lebih banyak lagi," tulis layanan kesehatan itu seperti dikutip dari Express UK, Rabu (21/4/2021).

Siklus buang air kecil dan haus akan berulang selama tubuh Anda memproduksi terlalu banyak glukosa, tetapi gejala ini dapat dikelola dengan mengobati diabetes melalui suntikan insulin atau perubahan lain yang sesuai tergantung pada jenis diabetes yang dimiliki.

Sejatinya gejala diabetes tipe 1 maupun 2 memiliki gejala serupa termasuk buang air kecil berlebih. 

Selain meningkatnya rasa haus dan peningkatan buang air kecil terutama di malam hari, gejala diabetes lainnya berupa kelelahan, penglihatan kabur, penurunan berat badan yang tidak terduga.

Kemudian rasa lapar yang meningkat, luka sembuh lambat dan sering infeksi, gusi bengkak dan merah, kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki, gatal di sekitar penis atau vagina, atau berulang kali terserang sariawan.

Adapun dabetes tipe 1 lebih sering didiagnosis pada anak-anak dan gejalanya datang dengan cepat, sedangkan diabetes tipe 2 umumnya didiagnosis pada orang yang berusia di atas 40 tahun dan gejalanya lambat diketahui.

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh tubuh Anda menyerang dirinya sendiri, yang membuatnya tidak dapat memproduksi insulin, sedangkan diabetes tipe 2 adalah ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau insulin yang diproduksi tidak berfungsi dengan baik.

Tidak ada obat untuk kedua jenis diabetes, tetapi tipe 2 lebih mudah ditangani daripada tipe 1.

Tipe 1 dikelola dengan mengambil insulin untuk mengontrol gula darah, sedangkan tipe 2 dapat dikelola dengan cara lain, seperti melalui olahraga dan diet.

Mengobati diabetes dapat membantu membalikkan beberapa gejala, seperti buang air kecil berlebihan dan lebih sering.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes urine
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top