Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab Sering Kesemutan, Jangan Dianggap Enteng

Banyak hal yang sering dikaitakan dengan kesemutan, sebagai awal gejala penyakit biasa hingga yang serius. Umumnya Parestisia dikaitkan sebagai gejala penyakit diabetes hingga kelumpuhan. Namun itu terlalu serius. Terdapat satu kondisi yang memicu seringnya terjadi kesemutan pada individu yakni Sindrom Raynaud.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 April 2021  |  17:41 WIB
Ilustrasi kesemutan
Ilustrasi kesemutan

Bisnis.com, JAKARTA -  Tangan kebas, terasa ngilu dan mati rasa ketika dipegang, itu gejala dari kesemutan atau yang biasa disebut Parestesia. Kondisi ini terjadi karena terjadinya penyumbatan pembuluh darah arteri sehingga pasokan darah di area tertentu, khususnya di bagian tangan dan kaki menimbulkan gejala yang tak nyaman sampai mengurangi kualitas hidup penderitanya.

Banyak hal yang sering dikaitakan dengan kesemutan, sebagai awal gejala penyakit biasa hingga yang serius. Umumnya Parestisia dikaitkan sebagai gejala penyakit diabetes hingga kelumpuhan. Namun itu terlalu serius. Terdapat satu kondisi yang memicu seringnya terjadi kesemutan pada individu yakni Sindrom Raynaud.

Sindrom Raynaud ketika terjadinya proses penyumbatan, terutama jari tangan atau jari kaki akibat aktivitas penyempitan pembuluh darah arteri. Hal ini memicu jari pada kaki atau tangan demikian sensitif terhadap sentuhan dalam merespon rangsangan dalam bentuk suhu baik panas atau dingin, sehingga permukaan tubuh manusia atau kulit mengalami perubahan warna menjadi pucat dan membiru. Tak hanya itu, perlu diketahu sundrom Raynaund ini juga bisa terjadi pada bagian tubuh lainnya seperti telinga, hidung, bibir dan lidah.

Diketahui ada dua jenis Sindrom Raynaud yakni primer dan sekunder. Sindrom Raynaud primer terjadi tidak didasari riwayat penyakit lain, sehingga jika ini terjadi sifatnya ringan dan tidak serius. Sedangkan Sindrom Raynaud sekunder adalah kebalikannya, dimana sindrom ini terjadi akibat faktor riwayat penyakit, sehingga otomastis sifatnya berisiko dan perlu untuk diobati.

Faktor utama yang mendorong terjadi kondisi kesemutan atau sindrom Raynaud ini adalah faktor usia dan jenis kelamin. Diketahui pada usia sekitar 15 sampai 30 tahun banyak sekali kasus laporan yang diadukan oleh penderita, dan tipe sindrom yang diderita masuk pada tipe primer. Selain itu wanita cenderung rentan untuk menderita sindrom Raynaud ini dibandingka lelaki, dan jika memiliki riwayat keturunan, penderita sindrom ini akan semakin tinggi peluang untuk merasakan sindrom ini pula.

Tak hanya itu sindrom raynaud primer juga bisa disebabkan faktor stres sebab reaksi dari tekanan mental yang mempengaruhi pembuluh darah yang menyempit, juga terakhir faktor lingkungan, seperti iklim memberi andil besar untuk mengalami sindrom raynaud.

Kemudian faktor resiko sindrom raynaud sekunder, disebabkan karena penyakit seperti autoimun misalnya lupus, sindrom sjogren dan rheumatoid arthritis. Penyakit jenis gangguan pembuluh arteri misalnya hipentensi pulmonal, buerger,atrosklerosis hingga Carpal Tunnel Syndrom (CTS).

Walaupun pada tahap yang tidak mengancam nyawa, kesemutan ini sangat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya seperti timbul rasa tidak nyaman ketika beraktivitas, juga kesulitan untuk memegang sesuatu saat sindrom raynaud ini kambuh.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan Gejala Penyakit

Sumber : Tempo

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top