Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Penderita Diabetes Harus Jaga Diri di Tengah Covid-19

Penderita diabetes perlu waspada di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya orang dengan komorbid ini rentan terinfeksi virus tersebut dan berujung pada kondisi buruk.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 29 April 2021  |  20:50 WIB
Ilustrasi Diabetes Melitus. Lebih dari 2/3 pasien diabetes pun tidak menyadari dirinya memiliki penyakit tersebut.  - Istimewa
Ilustrasi Diabetes Melitus. Lebih dari 2/3 pasien diabetes pun tidak menyadari dirinya memiliki penyakit tersebut. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penderita diabetes perlu waspada di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya orang dengan komorbid ini rentan terinfeksi virus tersebut dan berujung pada kondisi buruk.

Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Profesor Ketut Suastika membeberkan 25-34 persen pasien yang dirawat di ICU dan non-ICU karena Covid-19 merupakan penderita diabetes.

"Selain itu Covid-19 memperburuk pengendalian gula darah penyandang diabetes," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (29/4/2021).

Ketut juga mengatakan obat yang digunakan untuk Covid-19 bisa menaikkan gula darah. Oleh karena itu, di masa sekarang ini, penting bagi penderita diabetes mengendalikan gula darah dengan baik untuk mencegah komplikasi dan mengurangi keparahan akibat Covid-19.

"Kendalikan gula darah dengan baik, pemantauan gula darah lebih sering, diet dan nutrisi yang seimbang, tetap latihan fisik dan terapkan protokol kesehatan," tegas Ketut.

Sementara itu, penanganan diabetes masih menjadi tantangan. Pasalnya, prevalensi sindrome metabolik, pradiabetes, dan diabetes melitus pada orang dewasa tinggi dan cenderung meningkat.

Lebih dari 2/3 pasien diabetes pun tidak menyadari dirinya memiliki penyakit tersebut. "Sebagian besar mereka akan datang ke pelayanan kesehatan dengan komplikasi," tegasnya.

Dikatakan Ketut, angka komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular terkait diabetes akhirnya tinggi. Menurutnya, jika tanpa intervensi yang baik, maka kejadian prediabetes akan meningkatkan kejadian diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Tantangan lain adalah masih banyaknya pasien yang tidak patuh dalam menjalani terapi, sehingga lebih dari 2/3 pasien belum mencapai sasaran gula darah yang diinginkan.

Selain itu, pengelolaan diabetes dan komplikasinya membutuhkan biaya yang tinggi, padahal kata Ketut di satu sisi, anggaran pemerintah masih terbatas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes Obat Diabetes
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top