Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

15 Efek Samping Mengonsumsi Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji biasanya tinggi dengan kandungan natrium. Makanan junk food ini berbahaya bagi kesehatan ginjal dan bisa menyebabkan kanker.
Anissa Putri
Anissa Putri - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  15:30 WIB
Makanan cepat saji atau junk food memiliki efek samping yang kurang baik bagi tubuh/Bisnis - Yayus Yuswoprihanto
Makanan cepat saji atau junk food memiliki efek samping yang kurang baik bagi tubuh/Bisnis - Yayus Yuswoprihanto

Bisnis.com, JAKARTA – Mengkonsumsi makanan cepat saji sudah menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari. Harga makanan yang ramah di kantong, penyajian makanan cepat, dan mudah dibeli dimanapun dan kapanpun menjadi kelebihan dari makanan cepat saji.

Dalam banyak kasus, makanan cepat saji mengandung sejumlah besar karbohidrat, tambahan gula, lemak tidak sehat, dan natrium. Makanan ini hampir selalu tinggi kalori tetapi mengandung sedikit nutrisi.

Ketika makanan cepat saji sering menggantikan makanan pokok yang bergizi dalam keseharian Anda, dapat menyebabkan terserang obesitas dan diabetes, yang meningkatkan risiko kematian dini. Dilansir dari Eatthis, Kamis (10/6/2021), berikut adalah 15 efek samping serius dari makanan cepat saji:

1. Tubuh Merasa Lesu

Dengan menyajikan porsi besar dan mengandung tinggi lemak, makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, dan minuman bersoda, makanan cepat saji sering kali memberikan dosis kalori yang besar. Porsi besar itu akan membuat konsumen merasa kenyang dan lesu secara bersamaan.

2. Memiliki Kulit Bermasalah

Makan makanan cepat saji dapat menyebabkan masalah kulit seperti jerawat. Dalam satu porsi makanan cepat saji mengandung gula sederhana, tepung putih, dan karbohidrat kosong seperti kentang goreng yang bisa menimbulkan masalah dalam kulit.

makan cepat saji instan akan membuat gangguan kulit

3. Anda akan kembung

Beberapa makanan secara alami mengandung jumlah natrium yang lebih tinggi, tetapi natrium juga ditambahkan ke banyak produk makanan, terutama dalam makanan cepat saji yang digunakan sebagai penyedap atau pengawet.

Mengenai batas natrium, disarankan agar orang dewasa tetap di bawah 1.500 miligram per hari, dan tidak boleh mengonsumsi lebih dari 2.300 miligram per hari. Satu makanan cepat saji sebenarnya bisa melebihi 2.300 miligram. Terlalu banyak natrium menyebabkan tubuh Anda menahan air, membuat Anda merasa kembung dan bengkak.

4. Memori dan fungsi kognitif Anda akan menurun

Makanan cepat saji seperti burger dan kentang goreng seringkali mengandung lemak jenuh yang tinggi. Lemak jenuh dapat berdampak negatif pada jantung, namun dapat berdampak negatif juga pada fungsi otak dan memori. Asupan asam lemak jenuh yang lebih tinggi dapat merusak kecepatan dan fleksibilitas memori dan memori prospektif (kemampuan untuk mengingat untuk melakukan apa yang diinginkan).

5. Mengalami Sembelit

Makanan berserat sangat penting dalam sistem pencernaan. Serat membantu menjaga saluran pencernaan bekerja dengan baik karena mengantarkan limbah keluar dari tubuh. Serat juga dapat membantu menurunkan kolesterol dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Namun hampir sebagian besar makanan cepat saji tidak mengandung kandungan serat makanan yang tinggi.

bahaya junk food bagi tubuh mcd mcd bts

6. Meningkatkan Risiko Obesitas

Kalori yang ada dalam makanan cepat saji sangatlah tinggi. Asupan kalori tinggi dapat menyebabkan obesitas, yang memicu risiko untuk mengembangkan penyakit kronis lainnya. Konsumsi makanan cepat saji yang terlalu sering dapat berkontribusi pada penambahan berat badan dan dapat meningkatkan risiko obesitas.

7. Mengalami Kekurangan Nutrisi

Tingginya kalori pada makanan cepat saji dibarengi dengan kandungan gizi yang rendah. Makanan cepat saji tidak memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan seimbang yang diperlukan untuk tubuh. Terlalu banyaknya kalori dapat menyebabkan tubuh akan mulai kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk tubuh. 

8. Merusak Kesehatan Gigi dan Mulut

Asupan soda yang terlalu sering dapat menyebabkan kesehatan mulut yang buruk. Minum soda dalam jumlah besar meningkatkan jumlah asam di mulut, yang akhirnya menyebabkan kerusakan gigi, seperti gigi berlubang. Beberapa makanan penutup makanan cepat saji, seperti ice cream dan makanan manis lainnya dapat memicu kerusakan yang sama.

9. Kesehatan Mental Menurun

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan makanan cepat saji dapat menyebabkan tingkat depresi yang lebih tinggi. Satu studi menunjukkan bahwa orang yang makan makanan cepat saji 51 persen lebih mungkin untuk mengembangkan depresi daripada mereka yang tidak.

10. Memiliki Permasalahan Pada Ginjal dan Perut

Kandungan sodium juga dapat mempengaruhi pada tekanan darah tinggi yang menyebabkan otot jantung jadi membesar. Jika mengalami gagal jantung kongestif, sirosis, atau penyakit ginjal, terlalu banyak garam dapat menyebabkan penumpukan cairan yang berbahaya. Kelebihan natrium juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal dan penyakit ginjal.

efek buruk makanan instan cepat saji junk food

11. Meningkatkan Kadar Gula Darah 

Makan makanan cepat saji mengandung tinggi karbohidrat dapat meningkatkan gula darah. Saat mengonsumsi makanan berbasis tepung putih, seperti roti dari burger, atau kentang goreng, tubuh mengonsumsi banyak gula putih. Seringnya konsumsi makanan cepat saji dapat menyebabkan penyakit seperti obesitas.

12. Meningkatkan Kadar kolesterol

Banyak makanan cepat saji yang disajikan berasal dari produk hewani, digoreng dan disajikan dengan keju dan saus yang tinggi lemak. Kandungan lemak tinggi dalam makanan cepat saji dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Terlebih lagi, makanan cepat saji dapat menurunkan kolesterol baik (HDL), semakin memperburuk kondisi jantung dan kesehatan.

13. Meningkatkan Risiko Kanker

Dalam daging yang diolah menjadi makanan cepat saji terdapat kandungan natrium nitrat dan natrium nitrit. Kandungan tersebut digunakan untuk mempertahankan warna daging dan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Bahan kimia tersebut dapat terurai menjadi nitrosamin, zat yang berpotensi menyebabkan kanker payudara, prostat, dan usus besar manusia, menurut meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients.

14. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Lemak yang biasa ditemukan dalam makanan cepat saji terdiri dari asam lemak jenuh. Lemak yang berbentuk padat pada suhu kamar, seringkali berasal dari hewan dan beberapa minyak nabati, seperti minyak sawit. Biasanya lemak jenuh ditemukan dalam burger keju atau kentang goreng. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL jahat, yang mengarah pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

15. Meningkatkan Risiko Penyakit Tulang

Makanan cepat saji biasanya tinggi dengan kandungan natrium. Satu Big Mac memiliki 970 mg sodium, lebih dari sepertiga dari kebutuhan harian yang direkomendasikan. Asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan tulang melemah, yang meningkatkan kemungkinan osteoporosis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan mcdonald cepat saji kfc
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top