Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Angka Kematian Covid-19 Anak Indonesia Melonjak, Ini Kata Ketum IDAI

Dokter Aman Pulungan mengungkap faktor penyebab tingginya angka kematian Covid-19 pada anak Indonesia. Simak penjelasan selengkapnya!
Anissa Putri
Anissa Putri - Bisnis.com 09 Juli 2021  |  15:26 WIB
Angka Kematian Covid-19 Anak Indonesia Melonjak, Ini Kata Ketum IDAI
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Aman Bhakti Pulungan. - IDAI

Bisnis.com, Jakarta – Masuknya Covid-19 varian Delta menimbulkan lonjakan kasus positif harian di Indonesia. Mirisnya, tingginya lonjakan kasus tersebut didominasi dengan kasus yang dialami oleh anak-anak.

Bahkan, beberapa waktu lalu, angka kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B. Pulungan menyebutkan tingginya angka kematian anak akibat Covid-19 terjadi karena sistem kesehatan di Indonesia masih lemah.

"Banyak orang tua yang meremehkan kesehatan pada anaknya, menganggap bahwa anak yang jarang sakit kemungkinan besar tidak akan terjangkit virus Covid-19," ujarnya dalam video singkat yang dikutip Bisnis, Jumat (9/7/2021).

Dokter Aman Pulungan juga mengatakan saat anak mengalami gejala Covid-19, para orang tua mengira sang anak hanya mengalami batuk pilek biasa.

Mereka bahkan tidak terpikirkan bahwa sang anak terkena virus Covid-19. Saat sudah terdeteksi oleh pihak rumah sakit, lanjutnya, sang anak ternyata telah terlanjur parah terjangkit virus Corona.

“Anak dianggap batuk pilek biasa tidak pernah orang terpikirkan bahwa dia Covid. Pada saat datang ke rumah sakit sudah dirujuk, sudah parah saja dia.” ucap dokter Aman Pulungan.

Dia menambahkan sistem kesehatan yang ada di Indonesia tidak langsung melakukan tes usap atau swab kepada anak-anak yang memiliki gejala virus Covid-19.

Selain itu, banyak orang tua juga tidak mengetahui kondisi kesehatan anak-anaknya yang ternyata memiliki komorbid.

Aman juga menyayangkan kepada para orang tua yang malah menyepelekan dan tidak memperhatikan kondisi komorbid yang dialami oleh sang anak, menyebabkan semakin parah bahkan hingga meninggal dunia karena terjangkit virus Covid-19 pada anak-anaknya.

“Berikutnya, yang meninggal ini dengan komorbid. Banyak sekali orang tua juga tidak tahu bahwa anaknya ini punya komorbid. Anaknya sudah dengan komorbid dibiarkan juga atau kurang diperhatikan," ungkapnya.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat, sekitar 30-50 persen balita meninggal dari total kematian anak akibat Covid-19.

Bahkan, IDAI menyebut kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia sempat menjadi yang paling tinggi sedunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan anak pandemi corona Covid-19 Varian Delta
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top