Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stres Kronis dapat Pengaruhi Imunitas, Begini Penjelasan Dokter

Kecemasan berlebihan tentang Covid-19 dapat memicu respons kekebalan yang meningkatkan peradangan dan menyiapkan kekuatan khusus yang setara dengan sistem kekebalan yang dikenal sebagai inflammasome.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 20 Juli 2021  |  16:28 WIB
Antibodi - istimewa
Antibodi - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Selain menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker, Anda perlu untuk melakukan perlindungan dari dalam, salah satunya dampak stres akibat pandemi Covid-19 ini.
 
Spesialis kedokteran jiwa dari RS OMNI Internasional, dr Andri mengatakan stress yang berkepanjangan atau kronis yang tidak diolah dengan baik akan memengaruhi imunitas dan mengurangi kemampuan seseorang mengatasi infeksi virus.
 
Penelitian menunjukkan bahwa persepsi atau sugesti bahaya saja, meskipun tidak pernah dialami, sudah cukup memicu amigdala (salah satu pusat sistem limbik yang mengatur emosi manusia) dan mengaktifkan respon stres. Inilah yang membuat seseorang mengalami kecemasan walaupun mungkin dia tidak sedang terinfeksi Covid-19.
 
Sebenarnya pada kondisi normal menurut dr Andri, ketika amigdala bekerja berlebihan akibat persepsi bahaya yang kita ciptakan sendiri, maka hippocampus bagian otak lainnya akan meredam dan mengembalikan mekanisme kerja itu kembali ke normal.
 
Namun jika kondisinya berlebihan, hippocampus akan tidak mampu lagi menangani aktivitas amigdala yang berlebihan. Aktivasi berkepanjangan (kronik) dari sistem stres dapat merusak sel-sel kita dan mengganggu banyak fungsi tubuh.
 
Akibatnya, sistem kekebalan tubuh menanggung bebannya. Meskipun stres psikologis tidak bersifat langsung menginfeksi seperti bibit penyakit, kerusakan yang ditimbulkannya pada sel-sel tubuh memicu respons imun yang membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi bibit penyakit (patogen) dari luar.
 
Sistem kekebalan ibarat petugas keamanan, berpatroli di tubuh untuk sel asing dan berbahaya. Sayangnya, stress merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan inflamasi atau reaksi peradangan di tubuh.
 
“Ini meningkatkan peradangan di seluruh tubuh dengan cara yang sama seperti jika terinfeksi,” jelas dr Andri melalui laman Instagramnya, Selasa (20/7/2021).
 
Kekhawatiran yang berlangsung lama dan berlebihan tentang Covid-19 dapat meningkatkan kerentanan seseorang  terhadap virus dengan menciptakan ketidakseimbangan dalam fungsi kekebalan tubuh.
 
Kecemasan berlebihan tentang Covid-19 dapat memicu respons kekebalan yang meningkatkan peradangan dan menyiapkan kekuatan khusus yang setara dengan sistem kekebalan yang dikenal sebagai inflammasome.
 
Apabila SARS-CoV-2 bertindak seperti virus lain, maka setelah infeksi, inflammasome akan dipanggil untuk bertindak meningkatkan peradangan lebih jauh.
 
Kekhawatiran yang berlangsung lama dan berlebihan tentang Covid-19 dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap virus dengan menciptakan ketidakseimbangan dalam fungsi kekebalan tubuh.
 
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengurangi paparan terhadap berita yang membuat kita stres.
 
“Sistem amigdala ini memang sistem yang berkaitan dengan respons ‘Fight or Flight’. Artinya kita bisa melawan segala macam berita negatif tersebut atau menjauhi dirinya,” jelasnya.
 
Maka dari itu, dia menyarankan agar semua orang untuk mengambil jarak. Berikan waktu sejam sehari membaca berita berkaitan dengan Covid dan kematian yang diakibatkannya. Siapkan diri Anda sebelumnya dengan membaca artikel yang menyenangkan atau melakukan relaksasi dan meditasi sebelum membaca berita negatif.  

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antibodi stres cemas
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top