Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

9 Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Demensia

Jika Anda suka menyanyi, bergabunglah dengan paduan suara lokal atau membantu program sepulang sekolah. Atau, sekadar berbagi aktivitas dengan teman dan keluarga.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 09 Agustus 2021  |  15:32 WIB
9 Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Demensia
Insomnia - boldsky.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Demensia, penyakit yang umum terjadi pada lanjut usia (lansia) di atas 65 tahun, merupakan sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuautu, melakukan pertimbangan dan memahami bahasa serta menurunnya kecerdasan mental dan berkurangnya daya ingat.
 
Asosiasi Alzheimer mengatakan, bukti yang berkembang menunjukkan orang dapat mengurangi risiko penurunan kognitif dengan mengadopsi kebiasaan gaya hidup utama.
 
“Jika memungkinkan, gabungkan kebiasaan ini untuk mencapai manfaat maksimal bagi otak dan tubuh. Mulailah sekarang. Tidak ada kata terlambat atau terlalu dini untuk menerapkan kebiasaan sehat." Kata Asosiasi Alzheimer.
 
Melansir Eat This, Senin (9/8/2021), berikut beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami demensia dan cara mengatasinya menurut Asosiasi Alzheimer.
 
1.  Tidak konsumsi makanan yang benar

Makan makanan sehat dan seimbang yang lebih rendah lemak dan lebih banyak sayuran serta buah dapat membantu mengurangi risiko penurunan kognitif. Meskipun penelitian tentang diet dan fungsi kognitif terbatas, Asosiasi Alzheimer mengatakan diet tertentu, termasuk Mediterranean dan Mediterranean-DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), dapat berkontribusi pada pengurangan risiko.
 
2. Tidak menjaga kesehatan mental Anda

Cobalah  untuk mengelola stres Anda. Beberapa penelitian mengaitkan riwayat depresi dengan peningkatan risiko penurunan kognitif, karena itu carilah perawatan medis jika Anda memiliki gejala depresi, kecemasan, atau masalah kesehatan mental lainnya.
 
3. Tidak terlibat secara sosial

Meski poin ini sulit untuk dilakukan di masa pandemi, tetapi ini sangat penting untuk dilakukan. terlibat secara sosial dapat mendukung kesehatan otak. Lakukan aktivitas sosial yang bermakna bagi Anda. Temukan cara untuk menjadi bagian dari komunitas lokal Anda. Jika Anda menyukai binatang, pertimbangkan untuk menjadi sukarelawan di tempat penampungan setempat. Jika Anda suka menyanyi, bergabunglah dengan paduan suara lokal atau membantu program sepulang sekolah. Atau, sekadar berbagi aktivitas dengan teman dan keluarga.
 
4. Tidak terdidik

Pendidikan formal dalam setiap tahap kehidupan akan membantu mengurangi risiko penurunan kognitif dan demensia. Misalnya, Anda bisa mengambil kelas di perguruan tinggi di daerah Anda, di komunitas maupun secara online.
 
5. Tidak merawat jantung atau paru-paru Anda

Bukti menunjukkan bahwa faktor risiko penyakit kardiovaskular dan stroke - obesitas, tekanan darah tinggi dan diabetes - berdampak negatif pada kesehatan kognitif Anda. Oleh karena itu, menjaga hati dan otak Anda mungkin akan mengikuti. Juga, jangan merokok.
 
6. Mengalami cedera otak

Cedera otak dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif dan demensia. Kenakan sabuk pengaman, gunakan helm saat olahraga kontak atau mengendarai sepeda, dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah Anda terjatuh.
 
7. Kurang tidur

Tidak cukup tidur karena kondisi seperti insomnia atau sleep apnea dapat mengakibatkan masalah dengan memori dan pemikiran. Pastikan untuk mendapat tidur yang cukup, 7 hingga 8 jam per hari.
 
8. Tidak berolahraga

Beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara aktivitas fisik dan penurunan risiko penurunan kognitif. Terlibat dalam latihan kardiovaskular teratur misalnya, dapat meningkatkan detak jantung Anda dan meningkatkan aliran darah ke otak dan tubuh.
 
9. Mainkan game otak

Tantang dan aktifkan pikiran Anda. Asosiasi Alzheimer menyarankan untuk memainkan game otak seperti, menyelesaikan teka-teki, melakukan sesuatu yang artistik serta yang membuat Anda berpikir secara strategis. Menantang pikiran Anda mungkin memiliki manfaat jangka pendek dan jangka panjang untuk otak Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Demensia gaya hidup
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top