Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! Terlalu Lama Bekerja dari Rumah (WFH) Picu Beberapa Penyakit

Terjadi juga peningkatan konsumsi alkohol, pola makan yang tidak sehat serta  penurunan kualitas tidur.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 04 September 2021  |  14:51 WIB
Ilustrasi burnout akibat work from home (WFH) - Freepik
Ilustrasi burnout akibat work from home (WFH) - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA -  Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menjadi gaya baru bekerja selama pandemi Covid-19.

Bekerja dari rumah membuat pekerja tetap produktif dengan memanfaatkan dan mengandalkan kecanggihan teknologi. Bahkan, agenda pertemuan dan menyelesaikan pekerjaan lain bisa dilakukan virtual lewat aplikasi video.

Dokter Spesialis Okupasi, dr. Palupi Agustina Djayadi, Sp.Ok mengatakan sebuah studi di Inggris mengatakan, bahwa selama WFH meningkat fenomena zoom fatigue.

"Zoom fatigue menimbulkan kelelahan, kekhawatiran, dan kejenuhan yang dirasakan akibat penggunaan platform komunikasi virtual yang berlebihan," ujarnya secara virtual pada acara WFH = Kerja 24/7? dari Direktorat P2M Kesehatan Jiwa & Napza, Sabtu (4/9/2021).

Palupi menyebut, studi di Inggris menemukan, bahwa zoom fatigue menyebabkan seseorang mengalami berbagai penyakit seperti nyeri leher 8 persen, 56 persen nyeri bahu, 55 persen nyeri punggung.

Kemudian, terjadi juga peningkatan konsumsi alkohol, pola makan yang tidak sehat serta  penurunan kualitas tidur.

Mengacu pada undang-undang  RI No.13/2003 tentang ketenagakerjaan, paragraf 4 waktu kerja Pasal 77 mengatakan jika setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja.

Waktu kerja sebagaimana dimaksud meliputi 7 jam perg hari dan 40 jam per minggu untuk 6 hari kerja, atau 8 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk 5 hari kerja.

Namun, selama pandemi dan WFH, waktu para pekerja cenderung lebih ekstra banyak dari seharusnya. Meskipun berada di rumah, namun bekerja menjadi lebih sangat berat.

Oleh karena itu, menurut Palupi tak ada salahnya mengurangi penggunaan video conference agar lebih sehat.

"Kemudian imbangi dengan istirahat, kontrol pola makan dan jangan malas untuk olah raga," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit bekerja dari rumah wfh
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top