Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada Rematik di Usia Muda, Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Sebagai gangguan autoimun, rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru menyerang jaringan tubuh Anda sendiri.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  14:16 WIB
Waspada Rematik di Usia Muda, Kenali Gejala, Penyebab dan Pengobatannya
Ilustrasi rematik - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Rheumatoid arthritis adalah istilah medis untuk penyakit rematik, yaitu gangguan inflamasi kronis yang dapat mempengaruhi lebih dari sekedar sendi Anda.

Pada beberapa orang, kondisi ini dapat merusak berbagai sistem tubuh, termasuk kulit, mata, paru-paru, jantung, dan pembuluh darah.

Sebagai gangguan autoimun, rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru menyerang jaringan tubuh Anda sendiri.

Tidak seperti kerusakan akibat keausan pada osteoarthritis, rheumatoid arthritis mempengaruhi lapisan sendi Anda, menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan erosi tulang dan deformitas sendi.

Gejala Radang Sendi

Tanda dan gejala rheumatoid arthritis termasuk:

-  Sendi yang terasa lembut, hangat, dan bengkak

-  Kekakuan sendi yang biasanya lebih buruk di pagi hari dan setelah berhenti beraktivitas

-  Kelelahan, demam dan kehilangan nafsu makan

Artritis reumatoid dini cenderung mempengaruhi sendi Anda yang lebih kecil terlebih dahulu yaitu jari-jari tangan dan kaki. Seiring perkembangan penyakit, gejala sering menyebar ke pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, siku, pinggul, dan bahu. Dalam kebanyakan kasus, gejala terjadi pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh Anda.

Area yang Terpengaruh

Sekitar 40% orang yang menderita rheumatoid arthritis juga mengalami tanda dan gejala yang tidak melibatkan persendian. Area yang bisa terpengaruh meliputi:

-  Kulit

-  Mata

-  Paru-paru

-  Jantung

-  Ginjal

-  Kelenjar ludah

-  Jaringan saraf

-  Sumsum tulang

-  Pembuluh darah

Penyebab

Artritis reumatoid adalah penyakit autoimun. Biasanya, sistem kekebalan Anda membantu melindungi tubuh Anda dari infeksi dan penyakit. Pada rheumatoid arthritis, sistem kekebalan Anda menyerang jaringan sehat di persendian Anda. Ini juga dapat menyebabkan masalah medis dengan jantung, paru-paru, saraf, mata, dan kulit Anda.

Dokter tidak tahu apa yang memulai proses ini, meskipun kemungkinan komponen genetik muncul. Meskipun gen Anda tidak benar-benar menyebabkan rheumatoid arthritis, mereka dapat membuat Anda lebih mungkin untuk bereaksi terhadap faktor lingkungan seperti infeksi virus dan bakteri tertentu -yang dapat memicu penyakit.

Faktor risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko rheumatoid arthritis meliputi:

-  Jenis kelamin. Persentase wanita lebih banyak dibandingkan pria.

-  Usia. Artritis reumatoid dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering dimulai pada usia paruh baya.

-  Sejarah keluarga. Jika anggota keluarga Anda menderita rheumatoid arthritis, Anda mungkin memiliki peningkatan risiko penyakit.

-  Merokok. Merokok meningkatkan risiko terkena rheumatoid arthritis, terutama jika Anda memiliki kecenderungan genetik untuk penyakit ini. Merokok juga tampaknya terkait dengan tingkat keparahan penyakit yang lebih besar.

-  Kelebihan berat badan. Orang yang kelebihan berat badan tampaknya memiliki risiko lebih tinggi terkena rheumatoid arthritis.

Komplikasi

Rheumatoid arthritis meningkatkan risiko Anda terkena:

-  Osteoporosis

-  Nodul reumatoid

-  Mata dan mulut kering

-  Infeksi

-  Komposisi tubuh yang tidak normal

-  Sindrom lorong karpal

-  Masalah jantung

-  Penyakit paru-paru

-  Limfoma

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gejala Penyakit Rematik
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top