Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Bell’s Palsy, Penyebab Kelumpuhan Satu Sisi Wajah

Penyakit bell's palsy yang menyebabkan kelumpuhan pada satu sisi wajah, bisa berasal dari sebuah virus atau kondisi lainnya. Penyakit ini menyerang saraf.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  14:00 WIB
Mengenal Bell’s Palsy, Penyebab Kelumpuhan Satu Sisi Wajah
Penyakit bells palsy juga dikenal sebagai kelumpuhan wajah perifer akut - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bell’s Palsy merupakan kondisi melemahnya otot pada satu sisi wajah secara tiba-tiba, kondisi ini biasanya hanya bersifat sementara dan akan membaik secara signifikan.

Dilansir Mayoclinic pada Selasa (14/6/2022), bell’s palsy juga dikenal sebagai kelumpuhan wajah perifer akut. Menurut Para ahli menduga hal itu disebabkan oleh pembengkakan dan peradangan pada saraf yang mengontrol otot-otot di satu sisi wajah dan hal ini bisa disebabkan oleh reaksi yang terjadi setelah infeksi virus.
Gejala Bell’s Palsy

Tanda dan gejala Bell's palsy kebanyakan akan datang secara tiba-tiba atau bisa saja dengan kondisi sebagai berikut:

1. Onset (awal mula serangan penyakit) akan cepat, dari kelemahan ringan hingga kelumpuhan total di satu sisi wajah

2. Wajah kesulitan membuat ekspresi, seperti menutup mata atau tersenyum

3. Mengiler

4. Nyeri di sekitar rahang atau di dalam atau bahkan di belakang telinga Anda

5. Peningkatan kepekaan terhadap suara di sisi yang terkena

6. Sakit kepala

7. Kehilangan rasa

8. Perubahan jumlah air mata dan air liur yang dihasilkan.

Penyebab Bell’s Palsy

Walaupun penyakit ini belum menemukan kejelasan darimana penyebabnya, akan tetapi bell’s palsy ini memiliki keterkaitan dengan sebuah virus atau kondisi lainnya, antara lain:

1. Luka dingin dan herpes genital (herpes simpleks)

2. Cacar air dan herpes zoster (herpes zoster)

3. Mononukleosis menular (Epstein-Barr)

4. Infeksi sitomegalovirus

5. Penyakit pernapasan (adenovirus)

6. Campak Jerman (rubela)

7. Gondongan (virus gondong)

8. Flu (flu B)

9. Penyakit tangan-kaki-dan-mulut (coxsackievirus)

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit saraf wajah Gejala Penyakit penyakit menular
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top