Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dari Stres hingga Kegemukan, Ini Faktor Risiko Picu Serangan Jantung di Usia Muda

Pakar kesehatan telah membahas beberapa faktor risiko yang bertanggung jawab atas meningkatnya kasus jantung pada orang usia muda berikut ini
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  14:16 WIB
Dari Stres hingga Kegemukan, Ini Faktor Risiko Picu Serangan Jantung di Usia Muda
Ilustrasi seseorang yang tidak bahagia - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit kardiovaskular merenggut hampir 18 juta nyawa setiap tahun.

Ada beberapa faktor yang mengancam fungsi normal jantung yang merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting.

Sangat penting untuk memperhatikan faktor-faktor risiko mengingat sifat tersembunyi dari penyakit jantung. Penyakit yang berhubungan dengan jantung tidak terjadi secara tiba-tiba; mereka adalah konsekuensi dari bertahun-tahun praktik yang tidak sehat dan faktor risiko yang tidak dijaga.

Penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular merenggut hampir 18 juta nyawa setiap tahun. Sesuai data WHO, sepertiga dari kematian akibat penyakit jantung terjadi sebelum waktunya pada orang yang berusia kurang dari 70 tahun.

Baru-baru ini masalah jantung pada orang usia muda sekitar 40 tahunan meningkat.

Pakar kesehatan telah membahas beberapa faktor risiko yang bertanggung jawab atas meningkatnya kasus jantung pada orang usia muda berikut ini seperti dilansir dari Times of India:

1. Stres

Para ahli di John Hopkins mengatakan stres dapat menyebabkan peradangan yang tidak baik untuk jantung. Stres dapat meningkatkan tekanan darah yang mematikan bagi kesehatan jantung. Banyak komplikasi lain seperti kurang olahraga, sulit tidur, dan obesitas yang berbahaya bagi jantung berasal dari stres.

2. Kurang tidur

Kurang tidur adalah akar penyebab beberapa masalah kesehatan dan salah satunya adalah masalah jantung. Kurang tidur atau insomnia terkait dengan tekanan darah tinggi. Seseorang mengalami ini sebagian besar karena stres. Untuk mempertahankan jam tidur yang baik seseorang harus mengikuti gaya hidup sehat seperti makan lebih awal, membaca buku sebelum tidur, dan mengikuti waktu tidur.

3. ​Konsumsi alkohol yang berlebihan

Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko serangan jantung atau bahkan gagal jantung. Terlepas dari risiko ini, konsumsi alkohol dapat meningkatkan berat badan seseorang yang lagi-lagi merupakan faktor risiko potensial untuk penyakit jantung.

4. Kegemukan

Berat badan adalah contoh sempurna bagaimana bertahun-tahun makan tanpa berpikir dan tidak mengikuti gaya hidup dapat memengaruhi Anda secara besar-besaran. Pakar kesehatan selalu mengingatkan kita untuk selalu memperhatikan berat badan. Kegemukan membuat seseorang rentan terhadap beberapa komplikasi seperti diabetes, tekanan darah, osteoarthritis, penyakit hati berlemak, sleep apnea antara lain.

5. ​Merokok

Merokok meningkatkan risiko pembentukan plak di pembuluh darah. Akibat pengendapan ini, arteri yang membawa darah ke jantung menyempit. Bahan kimia yang digunakan dalam rokok seperti rokok juga diketahui dapat mengentalkan darah dan menyebabkan pembekuan. Ketika gumpalan terbentuk, aliran darah ke jantung dibatasi.

6. Faktor risiko lain yang harus diperhatikan

  1. Riwayat keluarga: Seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung lebih mungkin menderita penyakit jantung.
  2. Kolesterol darah tinggi: Kadar kolesterol tinggi dalam darah meningkatkan risiko pembentukan plak di pembuluh darah.
  3. Pola makan yang buruk: Kebiasaan makan yang tidak sehat dapat membuat jantung tidak sehat.
  4. Usia: Risiko penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya usia
  5. Jenis kelamin laki-laki: Laki-laki dikatakan lebih rentan terhadap penyakit jantung
  6. Diabetes: Orang dengan diabetes lebih rentan terhadap masalah jantung.
  7. Apa saja gejala yang harus diwaspadai?

Penyakit jantung memiliki gejala sebagai berikut:

  1. Sesak napas
  2. Sakit dada
  3. Sesak di dada
  4. Nyeri di lengan, leher, rahang, perut bagian atas
  5. Pusing
  6. Detak jantung tak teratur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung risiko serangan jantung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top