Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Brand Lokal Saskara Luncurkan Mukena Nuansa Wayang Kulit Jawa Timur

Saskara kembali meluncurkan mukena dengan nuansa nusantara, kali ini pilihan Saskara jatuh pada wayang kulit dari Jawa Timur.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  00:00 WIB
Brand Lokal Saskara Luncurkan Mukena Nuansa Wayang Kulit Jawa Timur
Brand fesyen lokal Saskara meluncurkan Werni, yakni koleksi anyar mukena dan sajadah bernuansa Jawa Timur - Dok.Saskara.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Brand fesyen lokal Saskara yang dikelola PT Mulia Saskara Dharmawangsa meluncurkan Werni, yakni koleksi anyar mukena dan sajadah bernuansa Jawa Timur, setelah tahun lalu sukses memperkenalkan Seri Nusantara melalui koleksi Purak Barik dan Kilau Mandalika.

CEO dan Desainer Saskara Andya Kartika menjelaskan Werni merupakan jilid ketiga dari Seri Nusantara Saskara setelah Purak Barik yang terinspirasi dari tarian suku Dayak dan Kilau Mandalika yang menunjukkan keindahan mutiara Nusa Tenggara Barat.

“Saskara kembali meluncurkan mukena dengan nuansa nusantara, kali ini pilihan Saskara jatuh pada wayang kulit dari Jawa Timur,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (17/8/2022).

Andya yang kerap disapa Tika ini menambahkan wayang kulit merupakan salah satu sarana dakwah yang digunakan Wali Songo saat mengenalkan agama Islam di Jawa.

Menurutnya, jika diartikan secara bahasa, wayang berasal dari kata Ma Hyang yang memiliki arti menuju kepada roh spiritual atau Tuhan Yang Maha Esa. Namun, ada juga yang mengartikan bahwa wayang bermakna bayangan, hal ini dikarenakan bayangan yang ditimbulkan ketika wayang dipentaskan.

Selain itu, wayang juga merupakan kesenian tradisional yang telah diakui oleh UNESCO Semenjak 2003 sebagai sebuah karya budaya yang sangat mengagumkan dengan warisan yang indah serta berharga berupa cerita narasi.

“Ilustrasi wayang yang menghiasi pouch mukena, sajadah wanita, dan sajadah pria pada koleksi Werni memberikan pesona tersendiri dan tentunya tetap dengan sentuhan khas Saskara,” jelas Tika.

Bahan ultra fine velvet yang sangat tipis, halus, sejuk, dan tidak mudah kusut dipilih menjadi bahan untuk mukena Werni. Bahan ini dipilih supaya mukena tetap rapi walaupun sudah berulang kali digunakan dan dilipat.

Menurut Tika mukena Werni juga merupakan bagian dari seri mukena Jasmine, yaitu salah satu produk terlaris Saskara karena ukurannya yang kecil dan ringan untuk dibawa ke mana-mana.

Sajadah pria Werni juga memiliki daya tariknya sendiri, saat tidak digunakan sajadah bisa digulung lalu digantung dengan menggunakan belt yang terbuat dari bahan kulit sehingga praktis untuk dibawa bepergian.

Werni hadir menawarkan lima varian untuk setiap produk pria dan wanita. Semua nama diambil dari bahasa Jawa dan memiliki arti-arti khusus. Untuk produk wanita, mukena dan sajadah, ada Nara yang berarti wanita bahagia, Maya yang berarti lembut, Anna yang berarti kebaikan hati, Jenar yang berarti semangat yang membaja, dan Naya yang berarti mulia.

Untuk produk pria, sajadah, ada Kresna yang berarti bijaksana, Arya yang berarti terhormat, Aruna yang berarti kemuliaan, Praya berarti cerdas, dan Dipa memiliki makna cahaya.

Di HUT Ke-77 RI ini, kata Tika, Saskara juga menghadirkan deretan produk-produk baru Kilau Mandalika. Sebelumnya, Kilau Mandalika mengeluarkan 4 produk dan mendapatkan tanggapan-tanggapan positif.

“Sekarang Saskara menghadirkan 13 varian baru Kilau Mandalika dalam bentuk ring hijab, tasbih, dan strap masker yang tentunya mengangkat keindahan mutiara Lombok,” tuturnya. 

Tika bercerita setelah Werni, brand Saskara masih memiliki mimpi untuk melengkapi Seri Nusantara yang rencananya mengangkat pesona dan daya tarik dari tiap-tiap provinsi di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mukena fesyen jawa timur
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top