Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyebab Utama Kolesterol Tinggi pada Remaja dan Usia Muda

Gaya hidup serba cepat yang dipimpin oleh kaum muda saat ini adalah salah satu alasan utama di balik penyakit kardiovaskular dini dan kolesterol tinggi.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 Agustus 2022  |  13:26 WIB
Penyebab Utama Kolesterol Tinggi pada Remaja dan Usia Muda
Orang sedang membaca hasil tes kolesterol - freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko paling potensial untuk penyakit kardiovaskular.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan komplikasi ini dan salah satu alasan yang paling menonjol adalah kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi makanan yang tidak seimbang yang merupakan ciri umum kehidupan setiap anak muda.

Sebuah penelitian yang dilakukan di antara 2.508 anak-anak pada tahun 2015 di Delhi menemukan bahwa 23 persen dari mereka memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari biasanya. Anak-anak tersebut berusia antara 14-18 tahun.

Sesuai penelitian, prevalensi tinggi profil lipid aterogenik (salah satu yang menyebabkan serangan jantung dan stroke), terutama kadar HDL rendah (kolesterol baik), dan BMI tinggi telah terlihat pada populasi remaja India.

Dari semua anak yang berpartisipasi dalam penelitian ini, 2,3 persen kelebihan berat badan dan 3,8 persen mengalami obesitas.

Yang lebih mengejutkan adalah hampir separuh dari mereka memiliki kadar kolesterol baik yang rendah.

Studi terbaru melaporkan bahwa kolesterol tinggi terdapat pada 25-30% subjek perkotaan dan 15-20% pedesaan.

Terjadinya kasus serangan jantung dini telah menimbulkan pertanyaan tentang kesehatan remaja dan faktor-faktor yang membuat remaja rentan terhadap komplikasi kesehatan yang fatal tersebut.

Gaya hidup yang tidak sehat pastinya!

Gaya hidup serba cepat yang dipimpin oleh kaum muda saat ini adalah salah satu alasan utama di balik penyakit kardiovaskular dini dan kolesterol tinggi.

Melewatkan makan untuk menghadiri pertemuan, bangun larut malam, dan tidur sampai larut pagi telah memaksa anak-anak untuk berkompromi pada makanan dan kebiasaan diet mereka. Karena itu, anak-anak muda akhir-akhir ini lebih cenderung menikmati makanan olahan dan junk food; mereka lebih tertarik memiliki makanan yang bisa menghemat waktu memasak.

Diet seimbang tidak disadari oleh anak-anak

Diet seimbang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak dan buah-buahan musiman untuk memberikan tubuh jumlah antioksidan dan fitonutrien yang tepat.

Untuk menyiapkan diet seimbang, seseorang perlu memiliki pendekatan yang penuh perhatian terhadap makanan. Kehidupan yang serba cepat tidak dapat dihindari akhir-akhir ini, tetapi yang perlu dipelajari kaum muda adalah manajemen waktu.

Belajarlah untuk mengatur waktu makan dan waktu tidur Anda. Kaum muda perlu tahu bahwa terlepas dari sifat pekerjaan yang mereka miliki, mereka tidak boleh berkompromi dengan tidur dan makan mereka.

Makanan yang tidak seimbang akan menyebabkan keinginan dan kemudian mengumbar makanan yang tidak sehat.

​Perubahan gaya hidup yang perlu diadopsi

Menurut Dr. Ashutosh Shukla, Direktur Senior-Pengobatan Internal & Penasihat Medis rumah sakit Max, Gurugram, aktivitas fisik sangat penting untuk mencegah kolesterol tinggi. Dr Shukla merekomendasikan untuk melakukan latihan kardio atau aerobik minimal 2 jam 30 menit setiap minggu (bisa juga 1 jam 15 menit aktivitas intensitas kuat per minggu).

Dia juga merekomendasikan peningkatan serat dalam diet. "Serat datang dalam dua varietas yang larut dan tidak larut. Serat larut larut dalam air dan tidak larut tidak. Beberapa contoh serat larut adalah barley, kacang-kacangan, kacang-kacangan, biji rami dan buah-buahan seperti apel, berry, buah jeruk dan pir. Beberapa contoh Serat tidak larut adalah serat yang terdapat pada sayuran whole grain seperti wortel, tomat dan seledri. Kedua bentuk serat tersebut sangat bermanfaat untuk kolesterol,” ujarnya.

Pada lemak dan minyak, ia menyarankan untuk mengganti lemak jenuh dengan minyak nabati tak jenuh, terutama lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun, minyak wijen, minyak kacang dan minyak canola.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kolesterol remaja penyakit kardiovaskular
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top