Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bahaya! Ini Dampak Kecanduan Gadget Bagi Anak dan Cara Mengatasinya

Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu dengan gadget akan mengalami gangguan perkembangan komunikasi.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 30 Agustus 2022  |  14:48 WIB
Bahaya! Ini Dampak Kecanduan Gadget Bagi Anak dan Cara Mengatasinya
Anak-anak bermain gadget - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sudah bukan hal yang aneh saat ini bila Anda melihat anak-anak mulai piawai mengoperasikan gadget. Pengenalan gadget di usia tertentu bukanlah hal yang menyimpang.

Namun apabila penggunaanya telah berada diluar batas wajar hal tersebut dapat menimbulkan kecanduan. Lantas bagaimana cara atasinya?

Mengacu pada sebuah temuan penelitian dari Common Sense Media, mengungkapkan adanya peningkatan luar biasa anak-anak yang menggunakan gadget seperti smartphone dan tablet. Sementara Kaiser Family Foundation melaporkan bahwa rata-rata, anak-anak menghabiskan hampir tujuh setengah jam untuk menatap layar gadget. 

Terlebih lagi, di kondisi seperti saat ini, anak-anak tampak lebih rutin menggunakan gadget untuk menunjang pembelajarannya. Pasca pandemi melanda, keterikatan hubungan antara anak-anak dengan gadget tampak kian menguat. Hal ini jelas menjadi tantangan baru bagi para orang tua untuk dapat mengontrol penggunaan gadget harian.

Pasalnya, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak serius pada proses tumbuh kembang anak.

Berikut masalah tumbuh kembang anak karena kecanduan gadget:

1. Perkembangan Otak Drastis

Di usia balita, otak anak berkembang tiga kali lipat lebih cepat, dan kerap disebut sebagai usia emas sang anak. Dalam sebuah penelitian diungkapkan bahwa terlalu banyak menggunakan gadget di usia emas sang anak dapat berdampak negatif pada otak anak pada fungsinya, dan bahkan dapat menyebabkan defisit perhatian, keterlambatan kognitif, gangguan belajar, peningkatan impulsif, dan penurunan kemampuan untuk mengatur diri sendiri.

Di usia balita, orang tua dapat melakukan smart parenting seperti bernyanyi, membaca, dan berbicara dengan anak-anak mereka daripada membiarkan mereka bermain atau menonton TV di rumah.

2. Obesitas

Anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain mereka di depan layar tidak akan membakar kalori yang mereka konsumsi. Satu dari tiga anak AS mengalami obesitas, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke. 

Orang tua harus mendorong anak-anak mereka untuk lebih banyak bermain dan melakukan aktivitas fisik. Mereka harus memahami bahwa ada banyak manfaat dari bermain termasuk membuat anak-anak mereka berjalan, berlari, melompat dan mendapatkan latihan yang mereka butuhkan. Dengan aktif melakukan aktivitas fisik, anak-anak dapat menjadi bugar di taman bermain dan cenderung terlatih dalam membangun hubungan dengan orang lain.  

3. Cenderung Lebih Agresif

Sebagian besar orang tua telah memperhatikan bahwa anak-anak mereka belajar menjadi agresif karena berjam-jam bermain game di tablet mereka. Tantrum adalah bentuk agresivitas yang paling umum di kalangan balita.

Seiring bertambahnya usia, anak-anak yang kecanduan game komputer lebih mungkin untuk menentang dan tidak mematuhi orang tua mereka.

Mulai hari ini, mulailah lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain bersama anak, dan mulailah batasi penggunaan gadget pada anak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Paparan Radiasi

Menurut laporan badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011, ponsel dan perangkat nirkabel lainnya dianggap berisiko kategori 2B karena emisi radiasinya. Pada Desember 2013, Dr. Anthony Miller dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Toronto mengungkapkan bahwa paparan frekuensi radio jelas merupakan ancaman bagi anak-anak.

Healthy Child Healthy World mengakui meningkatnya isu radiasi di kalangan anak-anak dan memberikan tips untuk melindungi anak Anda dari gadget berbahaya tersebut.

5. Mengurangi Interaksi dengan Orang Tua

Dengan bermain di tablet, mereka dapat dengan mudah bermain sendiri. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The New York Times, Dr. Gary Small, penulis “iBrain: Surviving the Technological Alteration of the Modern Mind” dan direktur Longevity Center di University of California mengatakan bahwa jika anak-anak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk teknologi dan lebih sedikit waktu dengan orang-orang, itu menghambat interaksi dan mengganggu perkembangan keterampilan komunikasi yang normal pada anak-anak.

Dalam pengaturan keluarga, balita sering gagal meningkatkan komunikasi mereka dengan orang tua mereka karena mereka mengelilingi diri mereka dengan benda mati. 

6. Kurang Tidur

Anak-anak yang kecanduan bermain ponsel atau tablet akan kehilangan waktu istirahat yang dibutuhkan. Di lain kesempatan, bermain di tablet mereka juga dapat mengganggu pola tidur mereka. 

Jika sang anak sudah kecanduang penggunaan gadget, maka mereka akan menjadi lebih pemarah dan agresif. The Sleep Lady menjelaskan tanda-tanda apakah anak Anda menderita kurang tidur dan tips yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda tidur nyenyak.

7. Penglihatan Rusak

Paparan yang terlalu lama di layar komputer membuat mata tegang. Para ahli mengatakan bahwa penglihatan yang baik sangat tergantung pada menatap benda-benda dari jarak yang berbeda-beda.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang kecanduan bermain game komputer lebih mungkin mengalami masalah mata saat mereka tumbuh.  

Karenannya, penting bagi orang tua untuk memperhatikan porsi penggunaan gadget harian pada anak. Apabila sang anak dilihat telah menunjukkan tanda-tanda kecanduan pada penggunaan gadget, berikut hal-hal yang bisa diterapkan untuk mengatasi masalah kecanduan gadget pada anak. 

1. Batasi penggunaan

Batasi penggunaan gadget sesuai anjuran kelompok umur. Dilansir dari American  Academy of Pediatrics dan Canadian Pediatric Society setidaknya telah menerbitkan pedoman screen time seperti berikut:

Anak-anak di bawah usia 2 tahun: tidak boleh dibiarkan bermain di gadget mereka sendiri, termasuk TV, smartphone, dan tablet.

Anak-anak usia 2 sampai 4 tahun: kurang dari satu jam sehari.

Usia 5 tahun ke atas: sebaiknya tidak lebih dari dua jam sehari untuk penggunaan rekreasi (tidak termasuk kebutuhan belajar).

2. Beri jadwal penggunaan gadget

Jadwalkan waktu yang tepat untuk bermain gadget. Selain itu, orang tua juga harus menyiapkan alternatif kegiatan lain agar anak tidak bosan dan beralih ke gadget lagi.

3. Jangan berikan akses penuh

Letakkan TV atau komputer di ruang tamu. Jadi ketika anak menggunakannya, dia tidak sendiri dan masih dalam pengawasan anggota keluarga lainnya.

Selain itu, perangkat seluler tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada anak-anak. Biarkan anak meminta izin terlebih dahulu jika ingin menggunakannya, dan ambil kembali jika sudah selesai.

4. Setel area bebas gadget

Membuat peraturan untuk tidak menggunakan gadget di tempat-tempat tertentu. Misalnya di meja makan, di kamar tidur, dan di dalam mobil penting dilakukan untuk mendirikan rasa kedisiplinan anak.

5. Ajari anak-anak pentingnya menahan diri

Pastikan untuk memberikanbapresiasi pada anak Anda ketika dia berhasil menahan diri dari bermain game dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

6. Berikan contoh yang baik

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Untuk itu, Orang Tua juga harus menjadi contoh yang baik, letakkan ponsel Anda dan bermainlah dengan si kecil.

Meski banyak penelitian mengungkap efek negatif gadget modern pada anak, beberapa ahli masih tetap berpandangan positif tentang kebangkitan teknologi.

Asisten profesor University of Wisconsin, Heather Kirkorian mengatakan bahwa layar sentuh dapat menyimpan potensi pendidikan bagi balita. Sehingga pada akhirnya, penggunaan gadget dapat menunjang tumbuh kembang anak, sejauh penggunaanya masih berada dalam pengawasan orang tua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak anak-anak gadget
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top