Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Risiko Serangan Jantung Terkait Berapa Kali Anda Buang Air Besar dalam Sehari

Jumlah berapa kali Anda buang air besar dalam sehari bisa menunjukkan risiko sakit jantung di masa mendatang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 27 September 2022  |  06:59 WIB
Risiko Serangan Jantung Terkait Berapa Kali Anda Buang Air Besar dalam Sehari
Arti mimpi buang air besar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Serangan jantung seringkali bisa terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga.

Namun, tubuh Anda sebenarnya dapat mengirimkan sinyal melalui gejala lain yang dapat menyiratkan serangan jantung yang akan datang, atau kemungkinan risiko terkena serangan jantung di masa depan.

Salah satu indikasi tersebut dapat ditemukan pada frekuensi buang air besar harian Anda.

Para peneliti telah meneliti hubungan antara frekuensi buang air besar dan penyakit vaskular dan non-vaskular di luar sistem pencernaan. 

Para peneliti menganalisis data dari 487.198 peserta, berusia 30 hingga 79 tahun. Data diperoleh dari China Kadoorie Biobank di mana peserta dari 10 wilayah geografis yang beragam di seluruh China terdaftar antara tahun 2004 dan 2008.

Pada awal penelitian, para peserta tidak menderita kanker, penyakit jantung, atau stroke. Para peserta ditindaklanjuti selama rata-rata 10 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa peserta yang buang air besar "lebih dari sekali sehari" memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung iskemik (juga disebut penyakit jantung koroner) bila dibandingkan dengan kelompok referensi yang buang air besar "sekali sehari". Penyakit jantung koroner seringkali merupakan awal dari serangan jantung.

Seiring dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan serangan jantung, tren buang air besar ini juga terlihat dengan berbagai komplikasi kronis lainnya, seperti gagal jantung, penyakit paru obstruktif kronik, diabetes mellitus tipe 2, dan penyakit ginjal kronis.

Jika frekuensi yang lebih tinggi dapat menjadi masalah, maka frekuensi yang lebih rendah juga dapat menjadi masalah. Para peneliti menemukan bahwa frekuensi buang air besar terendah ("kurang dari tiga kali seminggu") juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung iskemik, stroke iskemik, dan penyakit ginjal kronis yang lebih tinggi.

Para peneliti menyimpulkan"BMF [frekuensi buang air besar] dikaitkan dengan risiko masa depan beberapa penyakit vaskular dan non-vaskular. 

Orang dengan gagal jantung cenderung mengalami sembelit karena beberapa alasan seperti asupan cairan yang berkurang, mobilitas yang berkurang seperti kurang berjalan atau aktif melakukan aktivitas fisik lainnya. Obat-obatan. kehilangan nafsu makan, asupan serat yang buruk dan berkurangnya aliran darah ke saluran pencernaan juga merupakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan sembelit.

Menurut British Heart Foundation (BHF), berikut gejala serangan jantung yang umum yang harus diperhatikan.

  1. Sakit dada
  2. Sesak napas
  3. Nyeri menjalar ke seluruh tubuh
  4. Merasa lemah
  5. Mual

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung penyakit jantung serangan jantung serangan jantung penyakit jantung jantung
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top