Bentara Budaya Jakarta/bentarabudaya
Entertainment

Rangkaian Kegiatan di Ulang Tahun ke-40 Tahun Bentara Budaya

Mia Chitra Dinisari
Selasa, 27 September 2022 - 18:19
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Genap berusia 40 tahun, Bentara Budaya berkomitmen menjadi 'hub' atau ruang pertemuan bagi beragam ekspresi seni budaya di Nusantara. 

Ilham Khoiri, General Manager Bentara Budaya & Communication Management Kompas Gramedia mengatakan hal tersebut dalam syukuran 40 tahun Bentara Budaya.

Bentara Budaya juga memberikan penghargaan kepada empat seniman terpilih dari berbagai daerah. Keempat seniman tersebut adalah Serang Dakko sang Maestro Gendang dari Gowa, Sulawesi Selatan; Sahilin sang Maestro Seni Batanghari Sembilan asal Palembang, Sumatera Selatan; Ong Hari Wahyu sang Pegiat Seni Organik dari Yogyakarta; dan Warsad Darya sang Pelestari Wayang Golek Cepak Indramayu, Jawa Barat.

Keempat seniman itu dinilai telah berdedikasi mengembangkan seni budaya Nusantara selama bertahun-tahun. Tak hanya berkarya atau pentas, mereka juga mendorong regenerasi seni kepada kaum muda. Seni yang tak hanya menghibur, tapi juga memendarkan kebajikan dan kearifan. 

Selain itu, juga  diluncurkan dua program baru yaitu “Podcast Bentara Budaya” dan “Laboratorium NFT Bentara Budaya”.

Podcast  ditayangkan di kanal YouTube Bentara Budaya, menjadi ruang bagi seniman Indonesia untuk berbagi gagasan dan proses kerja kreatifnya. Empat tokoh tampil sebagai narasumber dalam empat edisi perdana podcast ini: Joko Anwar (sutradara film), Endah Laras (penyanyi keroncong kontemporer), Agus Noor (sastrawan), dan Putu Sutawijaya (pelukis).

Sementara itu, Laboratorium NFT Bentara Budaya diarahkan sebagai ruang belajar bersama bagi para seniman maupun masyarakat dalam mengembangkan kreasi seni digital. Berkolaborasi dengan Kognisi, "task force" pendidikan inklusif di Kompas Gramedia, Bentara merilis karakter Kogi (berbentuk boneka alien yang imut dan cerdas) yang mengenakan dekorasi wayang Gatut Kaca. Proyek ini diharapkan dapat memperluas medan seni rupa di ruang-ruang baru berbasis teknologi informasi masa kini.

Dalam syukuran 40 tahun Bentara Budaya juga ditayangkan kaleidoskop perjalanan Bentara Budaya selama 40 tahun berdiri, dilanjutkan prosesi tumpengan sebagai simbol syukur. Tembang gembira oleh Endah Laras dan Woro Mustika mengiringi prosesi tumpengan di BBJ, sedangkan di BBY akan diiringi oleh Teater Muara – Wayang Cekakak.

Selain itu, ada juga pertunjukan wayang golek cepak oleh Ki Warsad Darya di Bentara Budaya Jakarta, dan pertunjukan musik dari Komunitas Jazz Mben Senen serta Jogja Hip Hop Foundation (JHP) di Bentara Budaya Yogyakarta.

Digelar juga pameran “Seraut Wajah Indonesia di Kanvas Kita: Pameran 77 Karya Lukisan oleh 40 Perupa” di Bentara Budaya Jakarta, pada 26 September - 2 Oktober 2022. Sebagian dari mereka merupakan maestro seni rupa modern di Indonesia. Lukisan koleksi Bentara menggambarkan pencarian para perupa akan indentitas keindonesiaa. Ini penggalan penting dari perjalan sejarah seni rupa di Indonesia.

Ada pula Pameran Seni Rupa “Ajur Ajer” yang akan digelar pada 22 September - 2 Oktober 2022 di Bentara Budaya Yogyakarta, yang diikuti  26 perupa Yogyakarta. Tema ini mencerminkan semangat Bentara untuk melebur, mengembangkan, dan memajukan kesenian di Indonesia bersama para seniman.

Ragam kegiatan juga telah sukses digelar dalam menyambut perayaan malam puncak HUT 40 Bentara Budaya sejak Agustus silam. Mulai dari pameran hingga webinar berhasil dilaksanakan di dua tempat, seperti Ilustrasiana Goes to Jogja, Pameran Pelantang, Pameran Fotografi Memoar Orang-orang Singkawang, Pameran Keramik Singkawang, Ilustrasiana Jakarta, dan Webinar Horor dalam Budaya Kita.

Semua rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum  menjaga kebersamaan serta penegasan bahwa Bentara Budaya berkomitmen untuk terus mengawal budaya Nusantara.

Setelah pendemi merenggangkan keintiman hubungan sosial antarmanusia, maka beragam program di lembaga ini dapat menjadi bagian dari upaya untuk mempertautkan kembali silaturahim antarmanusia yang lebih otentik. "Ketika berbagai horor kerap merundung kita dalam kehidupan sehari-hari, maka karya-karya seni berpotensi menyisipan kegembiraan, ketenangan, jeda, syukur-syukur bisa menjadi 'healing' yang menyegarkan batin dan pikiran," kata Ilham Khoiri.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro