Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

7 Tips Mengatasi Nyeri Saat Menstruasi

Saat sedang menstruasi, perempuan sering merasakan nyeri. Simak cara mengatasi nyeri haid secara alami.
Ileny Rizky
Ileny Rizky - Bisnis.com 17 Oktober 2022  |  21:39 WIB
7 Tips Mengatasi Nyeri Saat Menstruasi
Siklus menstruasi
Bagikan

Bisnis.com - Sebagian besar perempuan mengalami nyeri saat menstruasi. Ini disebabkan oleh adanya kram karena kontraksi rahim saat sedang haid.

Perempuan yang sedang haid sering merasakan rasa sakit di perut bagian bawah, nyeri pinggang, punggung atau selangkangan. Bahkan bagi beberapa perempuan, rasa nyeri yang dirasa bisa menyebabkan pingsan. Anda bisa mengenali gejala lain sebelum menstruasi. Ini dikenal sebagai sindrom pra-menstruasi.

Pra-menstruasi biasanya berlangsung selama satu atau dua hari. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakan rasa sakit agar tidak mengganggu aktivitas pada kehidupan sehari-hari.

Simak cara meredakan nyeri haid:

1. Minum teh herbal

Apa yang Anda konsumsi dapat membantu meringankan beberapa gejala menstruasi, termasuk kram yang menyakitkan.

Kembung dapat memperburuk nyeri haid dan menyebabkan ketidaknyamanan. Dengan minum banyak air dikatakan mampu membantu mengurangi kembung.

Sementara itu, air panas dapat membantu merelaksasi otot perut Anda. Teh herbal seperti chamomile, dan jahe tidak hanya dapat meredakan rasa sakit tetapi juga dapat membantu gejala lain yang terkait dengan menstruasi, seperti sulit tidur.  Pastikan untuk menghindari konsumsi kafein.

2. Mandi atau mengompres air hangat

Air hangat mampu membantu otot menjadi rileks dan mengurangi kram. Caranya adalah dengan mandi menggunakan air hangat, atau dengan mengomoreskan air panas yang dibalut dengan handuk pada bagian perut yang sakit.

Jangan pernah menyiram air panas langsung ke kulit. Opsi alternatif lain adalah dengan menggunakan botol air panas atau bantalan panas. 

cara mengurangi menstruasi

3. Exercise

Nyeri haid seringkali membuat tubuh menjadi lesu dan akibatnya berbaring menjadi kegiatan yang paling nyaman dilakukan.

Ada baiknya Anda dapat melakukan sedikit exercise, menggerakkan tubuh untuk mengurangi kram. Berjalan kaki bisa menjadi cara yang sederhana untuk mendorong gerakan di tubuh.

4. Konsumsi makanan anti inflamasi

Makan makanan anti-inflamasi seperti beri, tomat, nanas, rempah-rempah, sayuran hijau dan ikan berminyak dapat membantu mengurangi kembung dan kram pada otot perut.

Makanan ini kaya akan kandungan prostaglandin, yang merupakan sekelompok zat mirip hormon yang diproduksi di tempat peradangan dalam tubuh. 

Mereka bekerja untuk mengontrol peradangan, pembekuan darah dan aliran darah ketika tubuh sedang sakit atau terluka.

5. Istirahat

Menstruasi bisa menjadi waktu yang sulit bagi beberapa perempuan. Rasa sakitnya dapat berpengaruh pada suasana hati, energi dan aktivitas kehidupan sehari-hari. 

Apabila mendapati nyeri yang hebat, penting untuk Anda beristirahat sejenak. Prioritaskan kesehatan diri untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

6. Pijat

Nyeri saat haid dapat dikurangi dengan memijat bagian perut.  Hal ini dapat merilekskan rahim dan mengurangi kejang. Untuk mendapatkan hasil yang efektif, fokuskan pemijatan dengan gerakan melingkar di sekitar area yang nyeri.

Setelah itu, dapat juga memijat seluruh bagian tubuh, hal ini dapat bermanfaat dalam mengurangi stres dan ketidaknyamanan yang disebabkan dari gejala menstruasi.

7. Teknik relaksasi

Stres diketahui dapat meningkatkan rasa sakit akibat kram menstruasi.  Untuk membantu tubuh rileks, cobalah beberapa terapi seperti yoga, pilates atau pijat refleksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menstruasi perempuan Nyeri Pinggang
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top