Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Apa itu Bipolar? Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Bipolar adalah salah satu gangguan mental yang menyebabkan seseorang memiliki kepribadian ganda. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Nuraini
Nuraini - Bisnis.com 27 November 2022  |  10:10 WIB
Apa itu Bipolar? Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kenali Definisi Bipolar, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya (pixabay)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bipolar merupakan gangguan mental yang membuat seseorang memiliki kepribadian ganda. Gangguan kesehatan mental ini bisa menyebabkan seseorang menderita dan tak jarang menyebabkan kematian.

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas seputar bipolar dan cara mengatasinya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Bipolar?

Mania depresif atau gangguan bipolar adalah gangguan mental yang mengakibatkan suasana hari, energi, aktivitas, konsentrasi, dan kemampuan beraktivitas terganggu. Penyintas bipolar bisa merasa sangat senang dan secara tiba-tiba berubah menjadi sedih.

Perubahan suasana hati inilah yang menyebabkan aktivitas dan kesehatan terganggu. Bipolar disorder adalah penyakit yang tidak bisa benar-benar sembuh. Walaupun demikian, gejala yang muncul bisa dikelola lewat terapi maupun pengobatan.

Gejala Bipolar

Secara umum, jenis bipolar terbagi atas dua fase yakni fase mania atau naik dan fase depresi atau turun. Kedua fase tersebut memiliki gejala dan ciri yang berbeda. Dilansir dari halodoc.com, berikut penjelasannya.

Fase mania

Fase gangguan bipolar yang pertama dikenal dengan nama fase mania. Penyintas bipolar yang sedang mengalami fase mania akan mengalami gejala seperti berikut:

  • Sangat semangat, senang, dan sensitif.
  • Mudah gelisah.
  • Kebutuhan tidur menurun.
  • Tidak nafsu makan.
  • Berbicara sangat cepat tentang banyak hal yang berbeda.
  • Merasa pikirannya terpacu.
  • Memikirkan banyak hal dalam satu waktu.
  • Melakukan hal yang berisiko.
  • Merasa sangat berbakat, kuat, dan penting.

Fase depresi

Selain fase manis, penyakit bipolar juga mengenal istilah depresi. Ciri-ciri bipolar pada fase ini, seperti berikut:

  • Merasa sangat sedih, hampa, khawatir, hingga putus asa.
  • Merasa gelisah.
  • Sulit tidur, bangun terlalu pagi, atau tidur terlalu lama.
  • Nafsu makan meningkat dan terjadi peningkatan berat badan.
  • Bicara sangat lambat dan banyak lupa.
  • Sulit konsentrasi atau dalam membuat keputusan.
  • Merasa tidak mampu melakukan hal sederhana.
  • Tidak memiliki ketertarikan untuk menjalankan aktivitas atau tidak merasa senang.
  • Merasa putus asa, tidak berharga, hingga muncul keinginan bunuh diri.

Penyebab Bipolar

Gangguan bipolar ternyata tidak muncul begitu saja. Menurut penjelasan di halodoc.com, penyebab gangguan ini yaitu karena adanya ketidakseimbangan neurotransmiter atau zat yang mengontrol fungsi otak. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa masalah kesehatan mental ini disebabkan oleh faktor keturunan.

Beberapa faktor lain yang menjadi penyebab bipolar, seperti berikut:

  • Stres tingkat tinggi.
  • trauma.
  • Kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang.
  • Mempunyai keluarga dekat yang mengidap bipolar.

Cara Mengatasi Bipolar

Bipolar sebenarnya penyakit tidak bisa sepenuhnya disembuhkan. Akan tetapi, gejala yang muncul dari penyakit ini bisa diatasi dengan beberapa cara, berikut ini:

1. Obat-obatan

Mengkonsumsi obat tertentu juga bisa membantu mengelola gejala bipolar. Jenis obat yang digunakan umumnya obat yang bisa menjadi suasana hati, antipsikotik, dan antidepresan.

Penyintas gangguan mental ini juga sering mengeluh sulit tidur. Oleh karena itu, dokter biasanya meresepkan obat tidur atau anti cemas. Meskipun demikian, mengonsumsi obat-obatan ini harus sesuai dengan resep dokter.

2. Psikoterapi

Psikoterapi juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi bipolar. Tujuan dari perawatan ini yaitu membantu seseorang untuk mengidentifikasi dan mengubah emosi, pikiran, serta tindakan yang mengganggu. Terapi ini juga bisa memberikan dukungan dan bimbingan kepada pengidap penyakit ini.

3. Electroconvulsive therapy

Electroconvulsive therapy atau ECT adalah prosedur stimulasi otak yang bisa membantu pengidap bipolar dengan gejala parah. ECT biasanya diberikan bersama obat anestesi. Pengobatan ini diperlukan untuk mengobati fase depresi dan mania yang parah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bipolar tips gaya hidup gaya hidup kesehatan mental Depresi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top