Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Lebih dari 1 Miliar Remaja Terancam Kehilangan Pendengaran, Ini Penyebabnya

Masalah pendengaran bukan hanya rentan terjadi pada lansia namun juga pada anak-anak, ini penyebabnya.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 28 November 2022  |  19:24 WIB
Lebih dari 1 Miliar Remaja Terancam Kehilangan Pendengaran, Ini Penyebabnya
Telinga - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tanpa disadari, mendengarkan musik keras seperti di konser, klub malam, bar ataupun musik-musik dari alat elektronik lainnya dapat memengaruhi kesehatan pendengaran. 

Sementara, konser-konser di Indonesia sudah mulai banyak digelar kembali, dan mengundang perhatian kaum muda-mudi. Beberapa konser musik bahkan menjual ribuan tiket yang habis dalam hitungan jam.

Mengutip laman everydayhealth sebuah penelitian baru menunjukkan, hingga 1,35 miliar orang di usia remaja, 20an, dan awal 30an berisiko kehilangan pendengaran jauh sebelum mereka mencapai usia pensiun, lantaran menghabiskan terlalu banyak waktu terpapar suara keras.

Penelitian ini diterbitkan dalam BMJ Global Health pada 15 November lalu, yang melibatkan data paparan kebisingan rata-rata di antara lebih dari 19.000 orang berusia 12 hingga 34 tahun.

Secara keseluruhan, sekitar 1 dari 4 orang memutar musik pada headphone dengan volume tinggi, dan hampir setengahnya menghadiri konser dengan tingkat kebisingan yang tidak aman. 

Sedangkan, ambang pasti paparan kebisingan rata-rata hingga 85 desibel atau kurang, dengab waktu maksimal selama delapan jam kerja sehari-hari.

Namun, anak muda terpapar terlalu banyak kebisingan lebih dari itu. Dengan headphone misalnya, tingkat kebisingan rata-rata mencapai 105 desibel. Lalu di tempat hiburan, tingkat kebisingan rata-rata mencapai 104 hingga 112 desibel.

"Paparan musik keras adalah salah satu jenis paparan suara yang paling umum untuk remaja dan dewasa muda, dan ini berpotensi terjadi pada sistem audio pribadi atau di konser, klub, atau acara musik lainnya," ungkap Ketua Departemen Pidato, Bahasa, dan Pendengaran di University of Texas di Dallas Colleen Le Prell dikutip dari Verywell pada Senin (28/11/2022).

Prell kemudian menyarankan untuk mengurangi waktu pendengaran dan volume musik untuk mencegah cedera pendengaran.

“Untuk melindungi dari cedera pendengaran, volume harus dikurangi jika berada di bawah kendali pendengar, waktu mendengarkan harus dikurangi, atau produk perlindungan pendengaran yang sesuai untuk pemaparan harus dipilih,” saran Le Prell.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telinga anak anak-anak
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top