Pankreas
Health

Ini 5 Jenis Kanker 'Silent Killer' yang Picu Kematian, Begini Cara Deteksinya

Arlina Laras
Jumat, 10 Februari 2023 - 15:00
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ada sejumlah kanker yang dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh senyap.

Lantaran, sebagian besar kanker tidak muncul gejala, sehingga penderitanya mudah menyalahartikan sebagai kondisi jinak lainnya.

Salah satu ciri khas dari silent killer pada kanker, yaitu pada fase awal penyakit, kanker tidak mempunyai tanda atau gejala yang jelas, sehingga dianggap sebagai keluhan yang biasa.

Tidak jarang penyakit-penyakit ini sulit dideteksi pada tahap awal. Padahal penyakit yang masuk kategori ini cukup berbahaya, bahkan sering kali, penanganan penyakit sudah sangat terlambat dan bahkan diketahui ketika penderita di ambang kematian.

Lantas, bagaimana cara mendeteksi sejumlah kanker yang kerap disebut silent killer karena tidak menimbulkan gejala yang disadari pengidapnya? 

Pakar mengatakan satu-satunya cara untuk mencegah kematian karena kanker hati adalah melakukan deteksi dini.

Simak ulasan Bisnis selengkapnya soal 5 jenis kanker yang merupakan silent killer

1. Kanker Pankreas

Kanker pankreas adalah sel kanker yang tumbuh pada jaringan pankreas. Hal ini terjadi ketika sel-sel yang ada di pankreas tumbuh tak terkendali dan terus membentuk massa yang juga disebut tumor. Sebagian besar kanker pankreas terdeteksi pada orang berusia 65 tahun ke atas. 

Faktor-faktor seperti diabetes merokok, pankreatitis kronis, dan riwayat kanker pankreas dalam keluarga juga turut memico peningkatan risiko penyakit seseorang. 

Deteksi dini adalah kuncinya, oleh karena itu jangan abaikan beberapa gejala, mulai dari adanya rasa sakit disertai penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, sakit perut, mata dan kulit menguning (ikterus), pembengkakan pada perut yang disebabkan karena akumulasi cairan, urin berwarna dan sering mengalami kelelahan.

2. Kanker Hati

Karsinoma hepatoseluler (KHS) merupakan kanker hati primer yang terjadi akibat tumbuhnya sel hepatosit secara ab. KHS menduduki peringkat kelima insidensi kasus kanker terbanyak dan urutan keempat penyebab kematian akibat kanker di dunia. 

Hepatocellular carcinoma paling sering terjadi pada orang dengan penyakit hati, terutama pada orang dengan hepatitis B dan C kronis. Gejala sering tidak muncul pada tahap awal kanker. Belakangan, gejala termasuk penurunan berat badan, nyeri perut bagian atas, atau menguningnya kulit (jaundice).

Namun, menurut Mayo Clinic, ada sejumlah gejala yang bisa menjadi deteksi awal seseorang mengalami kanker hati, meliputi penurunan berat badan disertai dengan kehilangan nafsu makan, sakit perut bagian atas, mual dan muntah, mudah lelah, terjadi pembengkakan perut, menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice), serta kotoran berwarna putih dan berkapur. 

3. Kanker Serviks 

Kanker serviks terjadi pada sel-sel serviks. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hampir semua kanker serviks terkait dengan infeksi human papillomavirus (HPV) risiko tinggi. 

Biasanya, kanker serviks stadium awal tidak menimbulkan tanda atau gejala, tetapi secara bertahap mulai menunjukkan gejala seperti, pendarahan vagina setelah berhubungan seks, antara periode atau setelah menopause, keputihan yang berair atau bahkan berdarah disertai bau yang menyengat dan panggul sakit atau nyeri saat berhubungan intim. 

4. Kanker Ovarium

Kanker yang dimulai di organ kewanitaan ini sering tidak terdeteksi sampai telah menyebar di dalam panggul dan perut. Pada stadium akhir ini, kanker ovarium lebih sulit diobati dan bisa berakibat fatal.

Menurut American Cancer Society (ACS), kanker ovarium menempati urutan kelima dalam kematian akibat kanker di kalangan wanita, namun sering kali kanker ovarium tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. 

Akan tetapi, ada sejumlah gejala yang patut diwaspadai, misalnya sakit perut, kembung atau bengkak, sering buang air kecil, perubahan kebiasaan buang air besar, meras tidak nyaman di daerah panggul serta mengalami penurunan berat badan tanpa alasan. 

5. Kanker Usus Besar

Kanker usus besar atau dubur, berada di ujung saluran pencernaan bawah.

Kondisi ini sering tidak memiliki gejala. Oleh sebab itu, dokter menyarankan orang yang berisiko tinggi atau di atas usia 50 tahun untuk segera pergi untuk berkonsultasi. 

Sehingga, penting untuk melakukan deteksi dini untuk bisa membatasi risiko. Adapun, beberapa gejala yang patut diwaspadai, mulai dari perubahan kebiasaan buang air besar, termasuk diare, sembelit atau sulit buang air besar, darah di tinja.

Tidak hanya itu, adapula  rasa tidak nyaman atau nyeri di bagian perut yang terjadi terus-menerus, kerap merasa usus tidak kosong sepenuhnya, mengalami kelelahan hingga terjadi penurunan berat badan tanpa alasan. 

Penulis : Arlina Laras
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro