Cara menghilangkan trauma masa kecil./reuters
Health

Trauma Masa Kecil, Ini Hal yang Menghantui Korban Pelecehan

Salma Permata Dewi
Rabu, 12 Juli 2023 - 14:22
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak kejadian tidak menyenangkan saat anak-anak yang meninggalkan trauma hingga dewasa. Misalnya, Pelecehan dan kekerasan pada anak juga sering meninggalkan trauma.

Orang tua masih banyak yang bingung terkait cara menyembuhkan anak remaja yang sudah dewasa dengan kondisi mengalami hal-hal buruk di masa lampau. Mungkin Anda dilema saat memikirkan hal itu. Apakah harus dibiarkan saja? Membantu untuk melupakannya? Atau membantu membuat hal yang membuat trauma itu menjadi biasa saja?

Dilansir dari The New York Times, Rabu (12/7/2023), para peneliti dari King's College London dan City University of New York mewawancarai 1.196 orang dewasa Amerika berulang kali selama 15 tahun tentang tingkat kecemasan dan depresi mereka. Tanpa sepengetahuan subjek, 665 dari mereka telah dipilih karena catatan pengadilan menunjukkan bahwa mereka telah mengalami penganiayaan seperti kekerasan fisik, pelecehan seksual, atau penelantaran sebelum usia 12 tahun.

Penelitian tersebut menunjukkan sebanyak 492 orang dewasa yang dilaporkan telah dianiaya dan dalam catatan pengadilan yang membuktikan pelecehan tersebut memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang jauh lebih tinggi. Namun, 173 subjek yang tidak melaporkan telah dilecehkan, meskipun tercatat di pengadilan, tidak lebih tertekan daripada populasi umum.

Dr. Andrea Danese, profesor psikiatri anak sekaligus salah satu peneliti, mengatakan bahwa temuan menunjukkan bagaimana orang membingkai dan menafsirkan peristiwa di masa kanak-kanak mereka dengan kuat membentuk kesehatan mental mereka sebagai orang dewasa. Dr. Danese mengatakan bahwa ada beberapa alasan orang melupakan pengalaman tidak menyenangkan itu.

Mereka yang memilih tidak mengatakan pernah mengalami pelecehan itu karena tidak memiliki ingatan tentang peristiwa tersebut, menafsirkannya secara berbeda atau memilih untuk tidak berbagi ingatan itu dengan pewawancara. Penelitian tersebut mencatat bahwa orang dewasa yang memiliki riwayat pelecehan yang terdokumentasi, tetapi tidak melaporkannya itu tampak lebih sehat.

Penanganan trauma masa kecil adalah suatu hal yang selalu dikembangkan oleh para ahli karena merupakan hal yang sulit. Baru-baru ini, di Amerika, penderita trauma masa kecil menggunakan terapi yang dilakukan oleh para ahli. Itu terbukti efektif dalam gangguan stres pascatrauma.

Namun, kata Dr. Danese, penemuan dalam JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa terapi yang berupaya meredakan depresi dan kecemasan dengan mencoba menggali ingatan yang tertekan tidak efektif.

Dia juga mengingatkan bahwa hasil penelitian tidak boleh ditafsirkan sebagai mendukung penghindaran ingatan yang menyusahkan yang bisa membuatnya "lebih menakutkan" dalam jangka panjang. Sebaliknya, menunjuk pada janji terapi yang berusaha untuk "mengatur ulang" dan memoderasi ingatan.

“Ini bukan tentang menghapus ingatan, tetapi memiliki ingatan dan lebih mengendalikannya sehingga ingatan itu tidak terlalu menakutkan,” kata Danesa.

Dilansir dari Office on Women’s Health, semakin cepat mendapatkan bantuan profesional untuk pelecehan atau trauma, semakin cepat Anda bisa mulai pulih. Jika Anda mengalami perubahan dalam cara berpikir, merasakan, atau berperilaku yang mengganggu kemampuan Anda untuk bekerja atau menjalani hidup secara normal, hubungi ahli kesehatan mental. Temukan profesional kesehatan mental di dekat Anda. 

Ini cara untuk menolong korban pelecehan yang mengalami trauma:

1. Libatkan mereka dalam konseling profesional jika memungkinkan

Seperti yang sudah dikatakan, melakukan pertemuan dengan psikiater adalah hal yang paling utama dalam penanganan trauma karena perlakuan buruk masa kecil.

2. Buat lingkungan yang positif

Libatkan anggota keluarga dan teman yang positif dalam kehidupan seseorang sehingga mereka mendapat dukungan tambahan dan panutan yang positif.

3. Terlibat dalam masyarakat

Dorong mereka ke dalam program-program komunitas yang dinikmati untuk memastikan bahwa kehidupan mereka mengandung “aktivitas yang normal”. Anak-anak yang baru saja keluar dari pengalaman buruk bisa dikenalkan ke dunia yang normal dan teman-teman seusia mereka. Ini juga memberi mereka waktu jauh dari tekanan rumah.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro