Ilustrasi singkong
Health

Guru Besar UB kembangkan Teknologi Pati Sehat Konsumsi, Aman untuk Penderita Penyakit Kronis

Choirul Anam
Jumat, 23 Februari 2024 - 15:00
Bagikan

Bisnis.com, MALANG—Guru Besar Ilmu Teknologi Pengolahan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widya Dwi Rukmi Putri, mengembangkan teknologi pengolahan pati sehingga sehat untuk konsumsi untuk penderita penyakit kronis

“Pola konsumsi saat ini menunjukkan meningkatnya apresiasi konsumen terhadap hubungan antara makanan dan Kesehatan,” katanya, pada prosesi pengukuhan Guru Besar Ilmu Teknologi Pengolahan Pangan FTP UB, di Malang.

Menurut dia, berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hiperkolesterolemia, serangan jantung, gangguan ginjal dan beberapa penyakit lainnya banyak disebabkan karena makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Dengan memperhatikan asupan, dalam hal ini berupa pati,  kata dia,  maka dapat mencegah bahkan menjadi terapi penyembuhan penyakit.

Penelitian yang dilakukan yang dilakukan, dia menegaskan, yakni teknologi Heterogenous Dual Treatment (HeDT). Metode merupakan teknologi modifikasi pati yang melibatkan dua proses secara simultan. 

Metode ini adalah pengembangan dari metode modifikasi yang dilakukan sebelumnya yaitu single (tunggal) dan homogenous dual treatment, dimana perlakuan fisik, kimiawi, biologis maupun enzimatis dilakukan secara sendiri-sendiri dalam suatu proses pengolahan.

Metode HeDT, kata dia, dapat diaplikasikan dalam proses pengolahan pangan di masa yang akan datang karena dapat langsung digunakan untuk meningkatkan pati resisten dalam komoditas tanpa harus mengekstrak dan memofifikasi patinya terlebih dahulu. 

“Pati resisten memiliki peranan penting seperti peningkatan Kesehatan usus, meningkatkan sensitivitas insulin, mempertahankan rasa kenyang lebih lama, memiliki efek hipokolesterolemik, mengurangi pembentukan batu empedu, membantu penyerapan mineral serta mencegah sembelit”, ujarnya.

Metode HeDT ini, imbuhnya, perlu diaplikasikan secara intensif pada pengolahan-pengolahan produk pangan. 

“Terutama makanan tradisional dan produk pangan lainnya yang tinggi

karbohidrat mudah cerna, sehingga dapat meningkatkan pati resistennya dan menyumbangkan peran terhadap kesehatan Masyarakat”, pungkasnya. (K24)

 

 

Penulis : Choirul Anam
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro