Awas! Obesitas Bisa Pacu Pubertas dan Ganggu Pertumbuhan pada Anak Perempuan/Freepik
Health

Awas! Obesitas Bisa Picu Pubertas dan Ganggu Pertumbuhan pada Anak Perempuan

Mutiara Nabila
Selasa, 5 Maret 2024 - 17:23
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Di Indonesia, prevalensi anak yang kelebihan berat badan mencapai 1 dari 5 anak mengalami kelebihan berat badan atau overweight.

Hal ini dapat membawa banyak dampak negatif bagi kesehatan anak di kemudian hari sampai dewasa. Terutama pada anak perempuan, Dokter Spesialis Anak Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan mengatakan, indeks masa tubuh (Body Mass Index/BMI) yang berlebihan dapat membuat pubertasnya lebih cepat.

"Data dari pasien saya sendiri, itu dulu haid [menstruasi] rata-rata anak Indonesia awalnya 14 tahun terus maju jadi ke 13 tahun. Sekarang rata-rata 11 tahun 9 bulan. Kenapa? Karena rata-rata BMI-nya bertambah," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Dia menjelaskan bahwa jika perempuan sudah mulai masuk masa puber dan menstruasi, tinggi badannya tidak akan tumbuh lebih dari sampai 10cm dan pertumbuhan tinggi badannya akan terhenti dalam dua tahun. 

"Jadi kalau dia BMI-nya tinggi, kemudian haid cepat saat tingginya masih 130 cm, otomatis dia nggak akan tumbuh sampai 150cm tinggi badannya," jelasnya.

Berdasarkan penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism dari Endocrine Society, pubertas akan terjadi secara berbeda baik dalam hal hormon reproduksi, sampai pematangan payudara, pada anak perempuan dengan total lemak tubuh berlebih. 

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa anak perempuan dengan obesitas bisa memulai masa pubertas dan mengalami menstruasi pertama lebih awal dibandingkan anak perempuan dengan berat badan normal.  

Namun, tidak diketahui apakah kelebihan lemak tubuh tidak hanya dapat mengubah waktu awal pubertas, tapi juga mengganggu kadar hormon reproduksi anak perempuan dan perkembangan organ reproduksi seperti payudara, ovarium, dan rahim.

Penelitian dilakukan pada 90 anak perempuan berusia antara 8 dan 15 tahun, sebanyak 36 anak dengan obesitas, dan 54 dengan berat badan normal, selama empat tahun.

Para peneliti menemukan bahwa anak perempuan dengan total lemak tubuh lebih tinggi memiliki perbedaan dalam kadar hormon reproduksi, perkembangan payudara lebih lambat dan mendapat menstruasi pertama lebih awal dibandingkan anak perempuan dengan total lemak tubuh lebih rendah.

Penelitian itu juga menemukan pada pertengahan hingga akhir masa pubertas, anak perempuan dengan total lemak tubuh lebih besar menunjukkan kadar beberapa hormon reproduksi yang lebih tinggi termasuk hormon pemicu folikel (FSH), inhibin B, dan hormon mirip pria seperti testosteron.  

Penulis studi Natalie D. Shaw, M.D., dari National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS), menyebutkan, pada beberapa anak perempuan dengan total lemak tubuh lebih tinggi, kadar testosteron juga lebih tinggi yang keudian dikaitkan dengan siklus menstruasi yang jadi tidak teratur, jerawat, dan rambut berlebih di tubuh. 

Kemudian, pada akhir masa pubertas, anak perempuan dengan lemak tubuh lebih banyak juga menunjukkan keterlambatan pematangan payudara, seperti yang ditentukan oleh USG payudara, dan menstruasi pertama lebih dini.  

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro