Pedagang menata kurma dagangannya di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Kuliner

Ciri-ciri Kurma Israel yang Mendapat Seruan Boikot Jelang Ramadan

Restu Wahyuning Asih
Selasa, 5 Maret 2024 - 07:07
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Seruan boikot terhadap Israel makin kencang menjelang hadirnya bulan Ramadan 1445 Hijriah.

Boikot kali ini ditujukan untuk sejumlah produk kurma yang mereknya diklaim dimiliki oleh perusahaan Israel.

Media sosial pun heboh, di mana banyak warganet menyebarkan daftar merek kurma yang diklaim berasal dari Israel.

Setidaknya ada 16 merek kurma yang diklaim buatan Israel dan mendapat seruan boikot di media sosial. Di antaranya adalah King Solomon Dates, Jordan River, Jordan River Bio-Top, Urban Platter, Star Dates, hingga Navafresh.

Produk-produk di atas juga sempat disinggung oleh Muslim Amerika untuk Palestina (AMP). Mereka berhasil mengidentifikasi 12 produk kurma Israel untuk diboikot dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

AMP menuduh Israel membangun industri kurma di atas tanah rampasan dengan menggunakan tenaga kerja Palestina yang dieksploitasi, termasuk anak-anak.

Pihaknya pun memiliki ciri-ciri kurma yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Mereka mengimbau umat muslim untuk tidak membeli produk kurma yang memiliki label Israel, Tepi Barat, Lembah Jordan, serta jika tidak disebutkan asal usulnya.

"Pada bulan Ramadan ini dan seterusnya, boikot kurma Israel yang banyak di antaranya ditanam dan dikemas di permukiman ilegal Israel di Lembah Yordan, Tepi Barat Palestina," tulis AMP di situs resminya.

Friends of Al-Aqsa, sebuah LSM nirlaba berbasis di Inggris yang berdedikasi untuk membela hak asasi manusia Palestina, mendesak umat Islam untuk memperhatikan apa yang mereka makan selama Ramadhan.

“Dengan memilih untuk tidak membeli kurma Israel pada bulan Ramadhan ini, komunitas Muslim dapat mengirimkan pesan yang jelas dan kuat untuk mengutuk pendudukan ilegal Israel dan apartheid di Palestina,” kata aktivis pro-Palestina, Shamiul Joarder, dari FOA di Inggris.

Meskipun hingga saat ini, pemerintah Indonesia maupuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum mengeluarkan aturan untuk melakukan boikot terhadap merek kurma yang diklaim berasal dari Israel.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro