Unik, Paduan Batik dan Shibori Hasilkan Busana Gemesin

Salah satu warisan Nusantara adalah batik. Meski sudah begitu populer, namun tidak pernah lekang untuk diolah menjadi suatu karya seni yang disesain dengan nafas dan tampilan yang baru.
Asteria Desi Kartika Sari | 31 Agustus 2018 21:46 WIB
Paduan batik dan shibori - ny.novitayunus

Ragam kebudayaan di Tanah Air memang tidak ada habisnya untuk dikreasikan kembali menjadi suatu karya baru, yang memiliki nilai seni tersendiri.

Salah satu warisan Nusantara adalah batik. Meski sudah begitu populer, namun tidak pernah lekang untuk diolah menjadi suatu karya seni yang disesain dengan nafas dan tampilan yang baru.

Tak hanya mengikuti arus mode saat ini itulah yang ingin disampaikan oleh perancang busana Novita Yunus. Bertajuk Against the Tide, dia terinspirasi dari pemikiran yang out of the box yang diterjemahkan dalam label NY Novita Yunus.

Label busana yang berfokus pada kualitas wastra Nusantara tersebut ingin melampaui apa yang orang-orang katakan sebagai ‘hanya batik dan tenun.’

 

Novita mengatakan dalam koleksi kali ini, dia menggabungkan dua teknik yang berbeda, yakni batik dan shibori. Dia ingin menunjukkan bagaimana kedua teknik dapat digabungkan dan membuat hasil yang mengejutkan.

Proses normalnya, kain batik biasanya diwarnai dengan teknik shibori. Namun, yang berbeda kali ini untuk koleksinya Novita melakukan yang sebaliknya.

Bergaya Dengan Sepatu Kets Retro Puma

Dia menuturkan bahwa teknik shibori menjadi salah satu teknik pembuatan busana terkuno di Jepang. Untuk tahap pertama, Novita memasukkan warna dasar kain menggunakan teknik shibori. Aksen dan motif dari shibori ini dipertebal dengan malam yang menjadi bagian dari pembuatan batik.

Batik dan shibori tersebut diaplikasikan di atas material linen, sutera, katun, dan rayon. Selain itu, dia juga menyelipkan beberapa kain tenun sutra Garut untuk memberikam tekstur dan kedalaman.

Founder dan Creative Director Batik Chic itu ingin menunjukan bagaimana cara kerja akulturasi Indonesia dan Jepang. Novita menilai dua negara memiliki kesamaan soal seni dan keahlian. “Hal ini pula yang melatarbelakangi untuk menggabungkan unsur Indonesia dan Jepang.”

Semua ide tersebut dituangkan Novita ke dalam siluet mantel panjang, rompi panjang, jaket dikombinasikan dengan signature khas Novita Yunus dalam gaya mengalir dari kaftan dan kemeja, gaun, palazzo dan beberapa celana pensil. Koleksi ini sebelumnya telah dipamerkan dalam gelaran Amazon Fashion Week Tokyo Autumn/Winter 2018 pada Maret.

Sementara itu, palet warna yang digunakan tidak hanya ungu, tetapi juga campuran biru, mustard, dan peach. Dengan warna tersebut, Novita dapat menunjukan beberapa gradasi yang cukup jelas pada hasil akhir dari koleksi busananya.

Melengkapi penampilan akhir, akan ada aksesoris seperti fringed clutch, fringed sling bag, magazine bag yang terbuat dari batik and shibori dikombinasikan dengan suede dan kulit yang telah dirajut dengan motif burung unta, kadal, phyton, kobra. Tampilan semakin mempesona dilengkapi dengan sepatu yang didesain dengan kombinasi kulit, batik, dan shibori.

Tag : fashion, tren fashion
Editor : M. Taufikul Basari
Top