Mudik Mengendarai Mobil, Bolehkah Minum Kopi untuk Melawan Kantuk?

Tradisi pulang kampung atau mudik pada libur Lebaran memang sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  10:04 WIB
Mudik Mengendarai Mobil, Bolehkah Minum Kopi untuk Melawan Kantuk?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, T. Djumhana Atmakusumah. JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Tradisi pulang kampung atau mudik pada libur Lebaran memang sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia.

Berbondong-bondong warga perkotaan pulang ke kampung halaman untuk bersilahturahmi dengan sanak saudara selama beberapa hari. Mobil adalah salah satu moda transportasi umum yang dipakai warga perkotaan yang ingin mudik.

Destinasi yang ditempuh tak hanya memakan waktu 3 hingga 5 jam, beberapa pemudik bahkan menempuh perjalanan hingga 12 jam untuk sampai ke tempat tujuan. 

Dokter T. Djumhana Atmakusumah, spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa saat mudik tubuh kita sebenarnya bisa berkonsentrasi mengendarai kendaraan bermotor asal dibantu dengan kualitas istirahat yang baik. 

"Di manapun kalau kita sedang mudik, asal kita istirahat sesuai dengan kebutuhan tubuh kita bisa saja. Tiap orang beda-beda ya, dalam 24 jam, 8 jam istirahat," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan, Senin (20/5/2019).

Meski 8 jam adalah waktu ideal untuk beristirahat, beberapa orang mampu mengembalikan kesegaran tubuhnya hanya dengan beberapa jam tidur dan hal ini juga bisa dimaklumi. 

"Ada yang 4 jam, 5 jam (tidur), asal kualitas tidurnya baik dan pada saat tidur itu sistem tubuhnya dalam hal sistemnya sirkulasinya dikembalikan lagi ke batas awal sebelum dia beraktivitas," kata Djumhana.

"Tapi rata-rata 8 jam, kalau saya pribadi 5 jam pun kalau kualitas tidurnya kurang, kita bangun nggak segar gitu. Kalau 4 jam pun, tapi kualitas tidurnya bagus begitu kita bangun badan segar, nyeri badan hilang, capai hilang ya tidak apa-apa," tambahnya. 

Soal pemotor minum kopi agar tahan berkendara pada perjalanan jauh, Djumhana sebenarnya tidak menyarankan karena pada dasarnya tubuh membutuhkan istirahat.

"Kita nggak bisa menahan ngantuk atau nggak. Kalau kita lawan dengan kopi memang segar tapi secara fisik itu sign pada tubuh kita yang meminta istirahat itu tidak diikuti nanti akan mudah sakit. Kopi boleh, tapi bukan supaya tidak tidur 12 jam, tapi berikanlah tubuh itu waktu (untuk tidur) paling ideal 8 jam," sambungnya.

Djumhana menuturkan, sebaiknya tidak berkendara dengan mobil seorang diri ketika sedang mudik dalam perjalanan jauh, mengingat kondisi fisik harus juga selalu dijaga.

"Pada perjalanan usahakan jangan sendirian, kalau naik mobil harus ada yang gantian. Bukan hanya capai fisik, tapi ngantuknya tadi. Kita nggak bisa menahan ngantuk atau nggak," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi, Mudik Lebaran, lebaran

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top