Bukan Jenis Dietnya, Tapi Asupan Makanan yang Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) meneliti efek dari tiga diet sehat yang menekankan makronutrien berbeda (karbohidrat, protein, dan lemak tak jenuh) terhadap mekanisme jantung dengan tes yang sangat spesifik.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  01:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mempertahankan berat badan adalah salah satu kunci untuk mencegah penyakit kardiovaskular, yakni penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Akan tetapi, para ahli seringkali tidak sepakat tentang cara terbaik untuk mempertahankan berat badan ideal. Beberapa ahli merekomendasikan untuk mengurangi asupan karbohidrat, sementara yang lainnya menekankan pada pengurangan lemak untuk menurunkan berat badan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) meneliti efek dari tiga diet sehat yang menekankan makronutrien berbeda (karbohidrat, protein, dan lemak tak jenuh) terhadap mekanisme jantung dengan tes yang sangat spesifik.

Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga diet ini mengurangi kerusakan dan peradangan sel jantung diiringi dengan konsistensi peningkatan kesehatan jantung seseorang.

“Bisa dibilang makronutrien lebih penting daripada hanya sekadar makan makanan sehat, Namun temuan kami juga mendukung fleksibilitas dalam pemilihan makanan yang lebih sehat,” kata Stephen Jurashek, asisten profesor kedokteran di BIDMC dan Harvard Medical School seperti dilansir Science Daily, Kamis (29/8/2019).

Juraschek dan rekannya menganalisis sampel darah yang tersimpan dari 150 peserta percobaan yang semuanya memiliki tekanan darah tinggi tetapi belum ditangani dengan minum obat-obatan.

Setiap peserta tersebut diberi makan masing-masing dengan jenis tiga diet yang menekankan pada makronutrien yang disebutkan di atas dalam jangka waktu tertentu. Setelahnya, para peneliti mengecek sampel darah dalam setiap periode yang telah ditentukan.

Peneliti menemukan dua hal penting. Pertama, efek diet yang dilakukan dapat mengurangi cedera jantung segera setelah mengaopsi diet. Kedua, nyatanya bukan jenis diet tertentu yang penting dalam proses ini melainkan lebih ada kesehatan makanan sehat yang dikonsumsi pada saat diet.

“Ada beberapa perdebatan tentang kabohidrat dan lemak makanan, tetapi pesan dari data kami ini jelas yakni diet dengan makanan seimbang. Kaya dengan buah dan sayuran serta daging tanpa lemak,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penyakit jantung

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top