Anak yang Lahir dari Ibu Anemia Berisiko Gangguan Saraf

Anak-anak yang lahir dari ibu yang mengalami anemia akibat defisiensi zat besi di awal kehamilan ternyata berisiko lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan saraf. Hal ini diungkapkan dalam penelitian di Swedia, 2019
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 23 September 2019  |  14:24 WIB
Anak yang Lahir dari Ibu Anemia Berisiko Gangguan Saraf
Ilustrasi sel darah merah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Anak-anak yang lahir dari ibu yang mengalami anemia akibat defisiensi zat besi di awal kehamilan ternyata berisiko lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan saraf. Hal ini diungkapkan dalam penelitian di Swedia, 2019.

Dalam analisis data pada 500 ribu bayi yang lahir di Swedia, para peneliti menemukan bahwa anemia pada ibu sebelum minggu ke-30 kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan saraf seperti autisme, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan kecacatan intelektual.

Studi ini tidak membuktikan bahwa anemia menjadi penyebab masalah ini, tetapi membuktikan bahwa ada kaitan antara anemia pada kehamilan dengan perkembangan saraf bayi.

Temuan ini menunjukkan kebutuhan zat besi sangat penting dalam kehamilan.

Renee Gardner, peneliti Karolinska Institute di Stockholm mengatakan bahwa penting untuk diingat bahwa walaupun anemia sering terjadi pada kehamilan, kondisi ini relatif jarang terjadi pada perempuan sehat setelah usia kehamilan 30 minggu. Anemia lebih sering terjadi pada ketika kebutuhan zat besi janin meningkat.

Adapun zat besi berperan dalam pengembangan sistem saraf yakni saat neuron membentuk koneksi baru dengan neuron lain, serta untuk membangun lapisan pelindung di luar sel-sel saraf.

“Bayi yang lahir dari ibu yang didiagnosis dengan anemia sebelumnya cenderung lahir lebih kecil dan lebih berisiko lahir prematur, dan para ibu juga lebih berisiko mengalami kehamilan yang rumit,” kata Gardner.

Ada kemungkinan bahwa kekurangan zat besi atau nutrisi lain selama kehamilan secara langsung mempengaruhi perkembangan otak pada tingkat molekuler.

 “Kami juga melihat beberapa bukti bahwa ada komplikasi yang terkait dengan anemia, seperti kelahiran prematur dan preeklampsia,” ujarnya.

Seperti yang dilaporkan dalam JAMA Psychiatry 2019, Gardner dan rekan-rekannya menganalisis data dari Stockholm Youth Cohort pada orang yang lahir pada 1984-2011 yang tinggal di Stockholm dalam kurun waktu 2001-2011.

Penelitian menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari perempuan yang mengalami anemia pada awal kehamilan ternyata 1,44 kali lebih mungkin mengalami autisme, 1,37 kali lebih mungkin mengalami ADHD, dan 2,2 kali lebih mungkin untuk memiliki kecacatan intelektual dibandingkan dengan anak-anak dengan ibu yang tidak anemia saat hamil.

Akan tetapi, sulit untuk menilai apakah anemia sebenarnya hanya menunjukkan keterkaitan, atau memang menjadi penyebab gangguan perkembangan saraf.

Hal ini masih membutuhkan penelitian lanjutan. Namun, yang penting adalah ibu hamil direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan zat besi untuk mendeteksi kondisi anemia pada usia awal kehamilan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saraf, anemia

Sumber : Reuters

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top