Penelitian: Golongan Darah A Lebih Rentan Terhadap Virus Corona

Sebanyak 206 pasien yang meninggal akibat virus corona (Covid-19) di Wuhan, 85 pasien di antaranya bergolongan darah tipe A.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  12:18 WIB
Penelitian: Golongan Darah A Lebih Rentan Terhadap Virus Corona
Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui penyakit karena kelainan darah. - Dok. Kementerian Kesehatan

Bisnis.com, JAKARTA – Penyebaran yang pesat dari virus corona baru atau Covid-19 telah menjadi isu utama dalam konteks keilmuan di bidang kesehatan. Para peneliti terus melakukan sejumlah studi untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang virus baru ini.

Salah satu penelitian yang dilakukan di China menyatakan bahwa orang dengan golongan darah A kemungkinan lebih rentan terinfeksi virus corona baru, sementara mereka yang golongan darahnya O kemungkinan memiliki resistensi yang lebih tinggi.

Peneliti medis China mengambil pola golongan darah lebih dari 2.000 pasien yang terinfeksi virus di wilayah Wuhan dan Shenzhen, lalu mereka membandingkannya dengan populasi sehat di lokasi setempat.

Para peneliti menemukan bahwa pasien golongan darah A menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi dan cenderung mengalami gejala penyakit yang lebih parah. Kendati masih merupakan penelitian awal, peneliti mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan perbedaan golongan darah dalam merencanakan langkah mitigas atau ketika merawat pasien.

“Orang-orang dari golongan darah A mungkin perlu secara khusus mendapatkan perlindungan untuk mengurangi kemungkinan infeksi. Mereka perlu perawatan yang lebih agresif,” kata Wang Xinghuan, pemimpin penelitian seperti dikutip South China Morning Post, Rabu (18/3).

Sementara, dia melanjutkan bahwa orang dengan infeksi yang memiliki golongan darah O memiliki risiko yang secara signifikan lebih rendah untuk penyakit menular dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

Dilaporkan dari 206 pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Wuhan, 85 pasien di antaranya bergolongan darah tipe A. Penelitian menyebutkan bahwa pola ini ada pada kelompok usia dan jenis kelamin yang berbeda-beda.

“Mungkin bermanfaat untuk mengidentifikasi golongan darah pada pasien dan tenaga medis terkait manajemen penanganan SARS-CoV-2 dan infeksi virus corona lainnya, untuk membantu menentukan opsi manajemen dan menilai tingkat paparan risiko,” kata Xinghuan.

Studi penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dan dokter dari berbagai kota di China termasuk Beijing, Wuhan, Shanghai, dan Shenzhen.

Gao Yingdai, peneliti dari State Key Laboratory of Experimental Haematology di Tianjin mengatakan penelitian ini perlu ditingkatkan dengan ukuran sampel yang lebih besar.

Meskipun 2.000 subjek penelitian bukan angka yang kecil, tetapi masih belum cukup bila dibandingkan dengan dengan total infeksi global yang telah menembus angka 180.000 kasus.

Dia melanjutkan, keterbatasan lain dari penelitian ini adalah tidak adanya penjelasan yang konkret tentang fenomena tersebut, seperti interaksi molekuler antara virus dan berbagai jenis sel darah merah yang ada di dalam tubuh.

Yingdai mengatakan studi baru ini mungkin membantu para profesional medis untuk mengambil tindakan yang tepat bagi para pasien atau pun masyarakat luas. Akan tetapi, warga biasa tidak harus menganggapnya terlalu serius.

“Jika Anda memiliki golongan darah tipe A, jangan terlalu panik. Itu tidak berarti Anda akan terinfeksi 100 persen. Dan jika tipe O, itu juga tidak berarti membuat Anda benar-benar aman. Anda masih perlu mencuci tangan dan mengikuti pedoman yang dikeluarkan pihak berwenang,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
darah, Virus Corona, covid-19

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top