Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bagaimana Jika Penderita Diabetes Melitus Terpapar Covid-19?

Meski begitu penderita Diabetes Melitus tertular Covid-19, maka gejalanya akan lebih buruk.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  13:35 WIB
Cek kadar gula darah - mirror.co.uk
Cek kadar gula darah - mirror.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Penderita diabetes melitus diharapkan tidak perlu terlampau cemas pada dampak jika terpapar Covid-19.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM hubungan pandemi Covid-19 terhadap penderita Diabetes Melitus, risiko tertular Covid-19 bagi seseorang yang mengidap Diabetes Melitus dengan seseorang yang sehat pada dasarnya sama. Meski begitu penderita Diabetes Melitus tertular Covid-19, maka gejalanya akan lebih buruk.

“Covid-19 menyebabkan infeksi dan jika infeksinya berat akan mengganggu seluruh organ tubuh,” ujar dr. Khomimah dalam laporan tentang Gejala Diabetes Melitus, Senin (20/7/2020).

Khomimah menerangkan, penyandang Diabetes Melitus akan meningkatkan potensi terkena infeksi, yang paling banyak terjadi adalah infeksi TBC. Diabetes Melitus juga bisa meningkatkan risiko luka di kaki misalnya infeksi luka tertusuk di kaki yang dapat semakin parah, gejalanya lebih berat, lebih lama, dan lebih luas jika seseorang mengidap Diabetes Melitus.

Dia pun menambahkan bahwa pada penyandang Diabaetes Melitus, perlu juga dicari faktor riisko lain yang akan meningkatkan seseorang terkena penyakit kardiovaskular, yakni gangguan yang terjadi karena gangguan jantung dan pembuluh darah, seperti kebiasaan merokok, kadar kolesterol, riwayat hipertensi, atau riwayat obesitas.

Perlu diperhatikan bawah 75% pasien Diabetes Melitus mengalami gangguan penyakit jantung. Selain itu, hampir 50% pasien Diabetes Melitus mengalami gagal ginjal. Apabila kadar glukosa tidak dikendalikan, maka proses kerusakan jaringan tubuh akan terus berlangsung hingga terjadi kerusakan yang berat sehingga timbul komplikasi. Sebagian besar kematian pada pasien diabetes diakibatkan oleh kompikasi jantung atau kardiovaskular.

Dokter Khomimah pun menegaskan, pasien Diabeters Melitus akan mengidap penyakit tersebut seumur hidup sehingga hal yang dapat dilakukan adalah mengendalikan penyakit tersebut untuk jangka panjang. Pada dasarnya, tujuan pengobatan pada pasien Diabetes Melitus secara medis yaitu; memberikan rasa bugar dan rasa nyaman pada pasien, mencapai target glukosa darah mendekati atau mencapai normal, danberusaha menurunkan atau mencegah komplikasi diabetes.

“Prinsipnya, penyakit Diabetes Melitus itu penyakit degenartif bukan infeksi sehingga hanya bisa dikendalikan agar kadar glukosa darahnya mencapai target normal atau mendekati nilai normal. Berapa target nilai normalnya? Glukosa darah sebelum makan kurang dari 130 mg per dL, glukosa darah 2 jam sesudah makan atau glukosa darah sewaktu kurang dari 180 mg per dL, dan HbA1C kurang dari 7%. Selain itu, pasien pengidap Diabetes Melitus juga harus mengendalikan hipertensi, kolesterol, menurunkan berat badan, dan menghentikan kebiasaan merokok,” ujar dr. Khomimah.

Dia menerangkan, ada 5 pilar tatalaksana diabetes untuk mengendalikan Diabetes Melitus.

Pertama, pengidap diabetes melitus harus meningkatkan pengetahuan tentang Diabetes dari sumber yang terpercaya seperti dari dari ikatan dokter Indonesia atau seminar awam yang dilakukan oleh berbagai rumah sakit.

Kedua, mengatur pola makan. Pasien Diabetes Melitus harus mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan, menghindari jenis makanan minuman yang mengandung glukosa tinggi, pengaturan jadwal makan yang relatif stabil, dan porsi makan yang merata 24 jam.

“Pasien disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi,” sambungnya./

Ketiga, olahraga atau latihan fisik atau meningkatkan kegiatan fisik. Olahraga yang disarankan adalah olahraga yang bersifat aerobik seperti jalan cepat, sepeda, termasuk sepeda statis, berenang, lari, dan sebagainya setiap hari atau minimal selang sehari dengan lama kegiatan sekitar 30 menit.

Keempat, jika harus mengonsumsi obat diabetes, obat-obatan tersebut harus dikonsumsi secara teratur. Konsumsi obat harus dengan berkonsultasi dengan dokter.

Kelima, melakukan evaluasi terhadap tatalaksana poin 1-4 yang sudah dilakukan dan melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah untuk melihat hasil dari tatalaksana yang telah dilakukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top