Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Percepat Raihan Vaksin, Indonesia Gandeng Sinopharm-G24 UEA

Indonesia menggandeng perusahaan Sinopharm China bekerja sama dengan G24 UEA untuk mempercepat temuan vaksin di Indonesia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  10:24 WIB
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA -  Indonesia telah menggandeng sejumlah perusahaan luar negeri. Salah satunya adalah vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan Sinopharm China bekerja sama dengan G24 UEA.

Perusahaan Sinopharm mulai meluncurkan proyek 2019-nCoV Inactived Vaccine pada Februari 2020 lalu. Selanjutnya, para peneliti terus mengembangkan vaksin dan telah melalui berbagai tes hingga mendapat persetujuan uji klinis dari otoritas kesehatan China.

Dilansir dari China Daily, berdasarkan pernyataan dari China National Biotech Group Co Ltd, unit vaksin dan biosains Sinopharm, uji coba klkinis fase I dan II dari vaksin inaktifnya telah menunjukkan tingkat konversi antibodi positif 100 persen.

Artinya, vaksin tersebut menunjukkan kinerja yang baik dalam hal keamanan dan efektivitasnya pada sukarelawan, tanpa subjek yang menunjukkan reaksi merugikan yang serius. Dilaporkan bahwa uji coba itu melibatkan sekitar 1.120 sukarelawan.

Bermodalkan hasil positif dari tes uji klinis I dan II, perusahaan akhirnya melanjutkan uji klinis tahap selanjutnya. Clinical Trials Arena, pada pertengahan Juli ini melaporkan bahwa perusahaan telah memulai uji klinis fase III untuk menilai kandidat vaksin Covid-19 di Abu Dhabi, Uni Emirates Arab.

Calon vaksin yang dikembangkan oleh Sinopharm ini disebut-sebut sebagai vaksin inaktif atau tidak aktif pertama di dunia yang telah memasuki uji coba fase III. Selain Sinopharm, perusahaan China lain yang mengembangkan vaksin sejenis adalah Sinovac yang bersiap memulai tahapan uji klinis III di sejumlah wilayah.

Uji coba fase III dilakukan oleh Sinopharm dalam aliansi dengan Pemerintah Abu Dhabi dan perusahaan intelijen buatan G42 Healthcare yang berbasis di Abu Dhabi. Perusahaan memilih UEA untuk uji coba fase III karena negara itu menampung lebih dari 200 negara.

“Uni Emirat Arab adalah negara inovasi dan toleransi, yang merupakan rumah bagi individu dari setiap bagian dunia dan latar belakang etnis. Kami akan bekerja sama dengan mitra kami untuk menyelesaikan percobaan klinis ini dengan sukses,” kata Jingjin Zhu, Presiden Produk Biologi Sinopharm.

Sementara itu, pada pekan lalu melaporkan bahwa kandidat vaksin dari Sinopharm bakal tersedia untuk publik pada akhir tahun ini. Liu Jingzhen, Chairman Sinopharm mengatakan bahwa perusahaan berharap penyelesaian uji manusia tahap akhir rampung dalam 3 bulan.

Sebelumnya, perusahaan melaporkan bahwa sulit untuk menyediakan vaksin hingga Juni 2021 mendatang lantaran China telah mengalami penurunan jumlah kasus. Akan tetapi, perusahaan telah menemukkan tempat uji coba luar negeri yang signifikan yakni UEA.

Dilaporkan bahwa uji klinis tahap III yang dilakukan perusahaan bekerja sama dengan G24 UEA bakal melibatkan sekitar 15.000 peserta sukarelawan untuk mengetes keandalan dan keamanan dari vaksin inaktif yang telah dikembangkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin uea Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top