Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uji Klinis Vaksin AS Johnson & Johnson Dihentikan, Ada Apa?

Johnson & Johnson menyatakan bahwa penyakit yang diderita relawan tersebut sedang ditinjau. Namun, perusahaan menolak memberikan rincian.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  18:43 WIB
Uji kandidat vaksin Covid-19.  - Jhonson & Jhonson
Uji kandidat vaksin Covid-19. - Jhonson & Jhonson

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan vaksin Amerika Serikat Johnson & Johnson (J&J) menghentikan sementara uji coba klinis vaksin Covid-19 dikarenakan satu relawan dikabarkan jatuh sakit.

J&J menyatakan bahwa penyakit yang diderita relawan tersebut sedang ditinjau. Namun, perusahaan menolak memberikan rincian.

“Kami harus menghormati privasi relawan. Kami juga mempelajari lebih lanjut tentang penyakit peserta ini, dan penting untuk mengetahui semua faktanya sebelum kami membagikan informasi tambahan,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan dikutip dari Stat News, Selasa (13/10/2020).

Pada 23 September 2020, J&J mulai mendaftarkan relawan dalam uji coba Fase III. Sebanyak 60.000 relawan di Amerika Serikat dan negara lain menjalankan uji klinis ini.

J&J menekankan bahwa kejadian buruk seperti penyakit, kecelakaan, dan hasil medis yang buruk lainnya merupakan bagian yang diharapkan dari uji coba vaksin Covid-19.

Selain itu, J&J juga menekankan perbedaan antara jeda uji coba dan penangguhan klinis, yang merupakan tindakan regulasi formal yang dapat bertahan lebih lama. Saat ini, uji coba vaksin tidak dalam pengawasan klinis.

J&J mengatakan bahwa biasanya pemeriksaan klinis diinformasikan kepada publik tetapi tidak tentang penundaan uji coba vaksin. Badan pemantau data dan keamanan, atau DSMB, berkumpul Senin malam untuk meninjau kasus tersebut.

Meskipun uji klinis berhenti, tidak jarang – dalam beberapa kasus hanya berlangsung beberapa hari – hal itu menimbulkan perhatian yang sangat besar untuk menguji vaksin terhadap SARS-CoV-2, yakni virus yang menyebabkan Covid-19.

Hal yang sama juga dialami AstraZeneca dan Universitas Oxford pada September lalu. Uji klinis vaksin Covid-19 dihentikan sementara karena adanya dugaan reaksi pada seorang pasien di Inggris Raya.

Dipercaya bahwa pasien menderita myelitis transversal, yakni masalah pada sumsum tulang belakang. Uji coba vaksin dilanjutkan kira-kira seminggu setelah dihentikan sementara di Inggris Raya, dan sejak itu telah dimulai kembali di negara lain. Namun, kegiatan tersebut tetap ditahan di Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top