Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imunoterapi Kanker, Obati Virus Pada Hewan dan Membantu Manusia Melawan Infeksi

Seorang spesialis yang merawat hewan dengan kanker setuju bahwa penggunaan imunoterapi bagi hewan peliharaan adalah bidang yang menarik dan terus berkembang.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 21 Desember 2020  |  14:25 WIB
Imunoterapi kanker bisa mengobati hewan dari serangan virus. Jenis pengobatan ini juga bisa meredakan infeksi pada manusia./Selasa (8/1/2019). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Imunoterapi kanker bisa mengobati hewan dari serangan virus. Jenis pengobatan ini juga bisa meredakan infeksi pada manusia./Selasa (8/1/2019). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan peneliti di School of Biomedical Sciences of University of Hong Kong, Yu Bin dan sekelompok dokter hewan mempertimbangkan imunoterapi untuk perawatan hewan dengan penyakit yang dianggap tidak dapat disembuhkan.

Yu Bin bersama dengan kelompok dokter hewan dan peneliti medis mendirikan Hong Kong Animal Diseases Research Fund untuk mempelajari perawatan imunoterapi untuk hewan dengan kanker dan penyakit lainnya.

Dilansir dari SCMP, Senin (21/12) baru baru ini kelompok tersebut telah membuat terobosan. 10 kucing yang dirawat oleh mereka dinyatakan sembuh dari feline immunodeficiency virus (FIV), virus yang menyerang hewan yang mirip dengan HIV pada manusia, di mana dapat memicu AIDS.

Yu mengatakan FIV kebanyakan menginfeksi kucing liar. Menurutnya, saat ini tidak ada obat untuk mengobatinya sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain memberikan produk penambah kesehatan pada kucing yang sakit.

“Adapun, perawatan kami termasuk suntikan per minggu di bulan pertama. Tergantung kondisi kucingnya, mungkin diperlukan lebih banyak suntikan,” katanya. Dengan perawatan itu, tidak ada satupun kucing yang dirawat kelompok itu mengalami kambuh penyakit.

Seperti imunoterapi kanker pada manusia yang melibatkan pembuatan zat mirip sistem kekebalan di lab untuk meningkatkan sistem kekebalan pasien, pengobatan yang dikembangkan oleh kelompok Yu Bin juga melibatkan pengembangan sel pembunuh alami – sejenis sel darah putih dalam sistem kekebalan.

Sedikit darah yang diambil dari kucing donor yang sehat diperlukan untuk menumbuhkan peripheral blood mononuclear cells (PBMC) yang dapat menyelamatkan nyawa. Itu adalah kumpulan sel kekebalan campuran yang memiliki sifat antivirus yang kuat.

“Setelah disuntikkan, sel membunuh virus. Kami juga telah menggunakan imunoterapi untuk mengobati kucing dengan feline infectious peritonitis (FIP), penyakit kucing fatal yang disebabkan oleh virus corona yang cenderung menyerang sel-sel dinding usus,” kata Yu Bin.

Dia mengatakan kucing yang dirawat karena FIP diberi obat lain, jadi mereka tidak dapat mengatakan bahwa imunoterapi bertanggung jawab sepenuhnya atas pemulihan mereka, tetapi hal itu tentu membantu sistem kekebalan mereka menghilangkan virus mematikan tersebut.

Yu mengatakan pengobatan imunoterapi untuk FIV memiliki makna yang sangat besar untuk penelitian penyakit manusia yang disebabkan oleh infeksi virus seperti Covid-19. Menurutnya, FIP sebenarnya sangat mirip dengan Covid-19 ketimbang kanker.

“Ini dimulai di dalam tubuh setelah sel sehat bermutasi, infeksi virus menyerang tubuh manusia dari luar. Pasien menyerah setelah sistem kekebalan mereka gagal meluncurkan pertahanan yang kuat. Kami menemukan bahwa pengobatan yang melibatkan penanaman sel PBMC sangat efektif dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus."

Setelah mendapatkan izin untuk melakukan perawatan hewan eksperimental dari Departemen Kesehatan Hong Kong pada tahun 2018, kelompok tersebut mulai mengembangkan imunoterapi kanker untuk hewan peliharaan.  

Penelitian ini didasarkan pada penemuan tahun oleh University of Hong Kong yang mengubah bakteri salmonella - yang dikenal menyebabkan keracunan makanan. - menjadi vaksin yang dapat menekan pertumbuhan tumor tanpa merusak jaringan manusia.

Yu, salah satu peneliti di balik penemuan tersebut, mengatakan mereka memasukkan temuan dari penelitian pemenang Hadiah Nobel 2018 dan penemuan HKU untuk mengembangkan vaksin kanker hewan baru yang disebut PD-1

“Vaksin PD-1 dapat mengobati hampir semua jenis kanker. Pada bulan pertama perawatan, hewan peliharaan membutuhkan satu suntikan per minggu. Bergantung pada indeks kankernya, ia perlu mendapatkan suntikan setiap dua atau empat minggu setelah bulan pertama,” katanya.

Alex Li adalah seorang ahli bedah hewan dan pendiri CAU Animal Clinic di Prince Edward, Hong Kong, salah satu klinik yang bekerja sama. Ia mengatakan imunoterapi menawarkan harapan bagi hewan peliharaan dengan penyakit yang dianggap tidak dapat disembuhkan.

Irene Flickinger, seorang spesialis dalam merawat hewan dengan kanker di Rumah Sakit Khusus Hewan Hong Kong, setuju bahwa penggunaan imunoterapi untuk hewan peliharaan adalah bidang yang menarik dan terus berkembang, tetapi masih dibutuhkan lebih banyak penelitian.

 “Kami memperkirakan bahwa penggunaan lebih banyak imunoterapi untuk mengobati penyakit pada anjing dan kucing akan segera menjadi rutinitas, dan, seperti pendekatan pengobatan apa pun, kami akan mengandalkan hasil ilmiah tentang keamanan dan kemanjuran sebelum pengobatan apa pun digunakan pada hewan kesayangan kita,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker hewan obat kanker
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top