Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Gejala Perlemakan Hati yang Sering Diabaikan

enyakit perlemakan hati adalah istilah umum untuk kondisi yang ditandai dengan penumpukan lemak di hati.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 09 April 2021  |  19:37 WIB
Organ hati - istimewa
Organ hati - istimewa

Bisnis.om, JAKARTA - Penyakit perlemakan hati terutama non-alkoholik kerap kali tidak bergejala sampai kondisi berkembang lebih serius. Namun ada sejumlah tanda yang bisa menjadi peringatan.

Penyakit perlemakan hati adalah istilah umum untuk kondisi yang ditandai dengan penumpukan lemak di hati. Akumulasi lemak di dalam hati bisa disebabkan oleh alkohol atau tidak terkait dengan alkohol. Penyakit lemak hati non-alkoholik (NAFLD) lebih sulit dijelaskan, baik dari segi penyebab maupun gejalanya. Hal ini membuatnya sangat sulit untuk didiagnosis.

Melansir Express UK, Jumat (9/4/2021), penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterology & Hepatology menyebut NAFLD hanya cenderung menghasilkan gejala nonspesifik seiring dengan perkembangan kondisi.

Menurut penelitian, gejala nonspesifik dapat muncul jika kondisi berkembang menjadi steatohepatitis nonalkohol (NASH), sejenis NAFLD. Jika Anda menderita NASH, Anda mengalami peradangan dan kerusakan sel hati, bersama dengan lemak di hati.

Menurut penelitian, gejala nonspesifik termasuk nyeri perut sebelah kanan, kelelahan, dan malaise. Tanda-tanda lain termasuk penurunan berat badan tanpa sebab dan merasa lemah. 

"Jika sirosis (stadium paling lanjut) berkembang, Anda bisa mendapatkan gejala yang lebih parah, seperti menguningnya kulit dan bagian putih mata (ikterus), kulit gatal, dan bengkak di tungkai, pergelangan kaki atau perut (edema),” tulis NHS menambahkan.

Menurut NHS, NAFLD sering didiagnosis setelah tes darah yang disebut tes fungsi hati menghasilkan hasil yang tidak normal dan bukan karena kondisi hati lainnya seperti hepatitis.

Akan tetapi, seperti yang dijelaskan oleh badan kesehatan tersebut, tes darah tidak selalu menunjukkan hasil NAFLD. Diagnosis NAFLD juga bisa dilakukan melalui ultrasonografi.

Sementara itu, para ahli tidak tahu persis mengapa beberapa orang mengalami penumpukan lemak di hati. Demikian pula, ada pemahaman yang terbatas tentang mengapa beberapa perlemakan hati mengembangkan peradangan yang menjadi sirosis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lemak Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top