Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyebab Wanita Lebih Berisiko Tinggi Terkena Jantung Koroner

Wanita yang mengalami stres psikososial berisiko tinggi terkena jantung koroner. Hal ini terungkap dari penelitian yang terbit di Journal of American Heart Association, baru-baru ini.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 April 2021  |  11:30 WIB
Senam jantung. Stres psikososial juga terkait dengan pola perilaku seperti konsumsi alkohol, merokok, atau tidak aktif secara fisik.  - Nutrifood
Senam jantung. Stres psikososial juga terkait dengan pola perilaku seperti konsumsi alkohol, merokok, atau tidak aktif secara fisik. - Nutrifood

Bisnis.com, JAKARTA - Wanita yang mengalami stres psikososial berisiko tinggi terkena jantung koroner. Hal ini terungkap dari penelitian yang terbit di Journal of American Heart Association, baru-baru ini.

Stres psikososial adalah segala bentuk fenomena yang muncul baik dalam lingkungan kerja, tempat tinggal, maupun masyarakat yang bersifat menganggu mental individu yang bersangkutan.

Berdasarkan Studi Observasi Inisiatif Kesehatan Wanita (WHIOS) yang dilakukan tim peneliti dari Drexel University Dornsife School of Public Health di Philadelphia, pekerjaan dan ketegangan sosial meningkatkan risiko wanita terkena penyakit jantung koroner sebesar 21 persen.

Kehidupan yang penuh tekanan dan interaksi atau hubungan sosial yang tidak baik juga meningkatkan risiko wanita terkena penyakit jantung koroner masing-masing 12 persen dan 9 persen.

"Ancaman stres terhadap kesehatan wanita ini tidak boleh diabaikan. Stres ini sangat relevan dengan pandemi," ujar Conglong Wang, penulis utama studi tersebut seperti dilansir dari Medical News Today, Jumat (16/4/2021).

Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian besar membuktikan bahwa stres psikososial dari berbagai aspek kehidupan dapat berdampak pada risiko mengembangkan penyakit jantung koroner (PJK). Ini kemungkinan karena stres psikososial dapat mengganggu homeostasis, fungsi internal organ dan sistemnya yang dapat menyebabkan penyakit.

Akibatnya, stres dapat meningkatkan peradangan dan reaktivitas kardiovaskular yang mengakibatkan perubahan metabolisme dan akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Stres psikososial juga terkait dengan pola perilaku seperti konsumsi alkohol, merokok, atau tidak aktif secara fisik. Kondisi medis tertentu, termasuk diabetes dan hipertensi, juga memengaruhi risiko PJK.

Penelitian lain menyebut wanita lebih mungkin menyimpan tingkat stres yang tinggi, gejala emosional, dan fisik termasuk kelelahan serta depresi. Studi lain menemukan bahwa wanita mungkin terkena stres psikologis yang lebih jarang dialami pria.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit jantung stres
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top