Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Kebiasaan Ini Picu Kolesterol Meningkat Usai Lebaran

Apa yang terlihat menggiurkan di depan mata akan disantap dengan bebas. Dan tanpa disadari, kebiasaan itu menjebak untuk masuk dalam perangkap risiko penyakit berbahaya seperti kolesterol. Bahkan, dalam jangka panjang akan berakibat stroke dan penyakit jantung.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  09:57 WIB
Rendang - Antara
Rendang - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Setiap kali Lebaran, ada banyak sajian lezat yang tersaji di rumah. Bahkan, saking banyaknya sering kali kewalahan untuk memilih menu yang mana.

Apa yang terlihat menggiurkan di depan mata akan disantap dengan bebas. Dan tanpa disadari, kebiasaan itu menjebak untuk masuk dalam perangkap risiko penyakit berbahaya seperti kolesterol. Bahkan, dalam jangka panjang akan berakibat stroke dan penyakit jantung.

Melansir dari Eatthis, Jumat (14/5/2021) bagian paling menakutkan tentang kolesterol adalah tidak menunjukan gejala. Banyak orang tidak tahu telah mengidap kolesterol tinggi tanpa tes darah. Untuk itu, sangat penting mengambil tindakan pencegahan melindungi dari kolesterol saat Idulfitri.

Berikut 5 faktor yang memicu kolesterol naik setelah Lebaran :

1. Tidak Cukup Serat

Jika sedikit mengkonsumsi makanan berserat tinggi, itu bisa jadi pemicu kolesterol tinggi. Serat yang ditemukan dalam makanan nabati seperti biji-bijian, buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan polong-polongan dapat menurunkan kolesterol. Kolesterol jahat cenderung meningkatkan peradangan dan penumpukan plak di arteri.

"Serat larut yang ditemukan dalam makanan seperti gandum, apel, biji rami, dan kacang-kacangan sangat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol," kata Diana Gariglio-Clelland, RD, staf ahli diet untuk Next Luxury.

2. Konsumsi Karbohidrat Olahan Berlebihan

Bagi Anda penggemar soda dan aneka kue manis harus waspada. Makanan karbohidrat olahan dapat memainkan peran utama dalam mengirim kadar kolesterol ke wilayah berbahaya.

Studi telah menemukan ketika lemak jenuh diganti dengan karbohidrat olahan seperti gula, rasio kolesterol cenderung memburuk, yang berarti kolesterol baik turun dan kolesterol jahat naik.

3 . Konsumsi Produk Hewani Berlebihan

Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak mungkin sedang populer saat ini, tetapi dalam jangka panjang, cara makan ini mungkin memiliki beberapa efek samping yang tidak menguntungkan terkait dengan kolesterol Anda. Dan saat lebaran ada banyak sekali olahan dari produk hewani, mulai dari rendang, opor ayam, semur daging, sambal goreng ati, gulai dan masih banyak lagi.

Jika diet keto tidak direncanakan dengan baik atau jika Anda lapar akibat asupan karbohidrat yang lebih rendah, akibatnya terlalu banyak lemak yang dikonsumsi. Jika lemak itu jenuh risiko terkena penyakit kardiovaskular meningkat. 

4. Mentega

Pada menu sajian Lebaran banyak yang menggunakan mentega pada komposisinya. Biasanya akan banyak ditemukan bada kue-kue manis nan menggiurkan seperti nastar. Atau bahkan ada yang menggunakan metega untuk menumis beberapa hidangan. Mentega pada sajian akan membuat lemak jenuh yang memicu kadar kolesterol.

5. Makanan Tinggi Lemak Trans

Meskipun produsen makanan diharuskan menghilangkan lemak trans dari resep mereka, lemak sintetik yang tidak sehat ini masih digunakan di beberapa restoran untuk menggoreng makanan. Dengan memakannya dapat membuat kolesterol Anda melonjak

Lemak trans ditemukan dalam minyak terhidrogenasi parsial. Makan lemak trans dalam jumlah besar setiap hari dapat meningkatkan LDL (Low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kolesterol lebaran rendang
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top