Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peneliti: Terapi Plasma Konvalesen Tak Ampuh Sembuhkan Pasien Covid-19

Terapi plasma konvalesen awalnya dianggap dapat membantu membentuk antobodi pasien Covid-19.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  13:19 WIB
Ayo, donor! Permintaan plasma konvalesen sangat tinggi dan tidak sebanding dengan jumlah plasma yang dapat dikumpulkan dari sejumlah penyintas Covid-19.  - KEMENTERIAN BUMN
Ayo, donor! Permintaan plasma konvalesen sangat tinggi dan tidak sebanding dengan jumlah plasma yang dapat dikumpulkan dari sejumlah penyintas Covid-19. - KEMENTERIAN BUMN

Bisnis.com, JAKARTA - Penelitian terbaru mengungkap terapi plasma konvalesen ternyata kurang ampuh dalam menyembuhkan pasien terinfeksi Covid-19.

Terapi plasma konvalesen awalnya dianggap dapat membantu membentuk antobodi bagi para pasien Covid-19 agar bisa sembuh dengan cepat.

Dalam terapi plasma konvalesen, pasien Covid-19 diberikan plasma darah yang diambil dari penyintas Covid-19 yang sudah sembuh dari virus tersebut.

Dilansir dari Medpage pada Rabu (19/5/2021), Pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan plasma pemulihan titer tinggi tidak menunjukkan manfaat kelangsungan hidup atau perbaikan klinis dibandingkan dengan pasien yang hanya menerima perawatan biasa, menurut data dari uji coba pemulihan di Inggris.

Bukan itu saja, uji coba juga dilakukan oleh para dokter di Inggris selama 2020-2021. Mereka lakukan uji coba terhadap 177 rumah sakit di Inggris dengan 16.287 pasien uji coba memenuhi syarat untuk menerima plasma penyembuhan dan secara acak ditempatkan dalam kelompok "perawatan biasa" atau "perawatan biasa ditambah plasma penyembuhan titer tinggi”

Hasilnya dalam 28 hari tidak adanya perubahan signifikan dari pasien yang menerima plasma tersebut. Justru, pada kelompok plasma pemulihan, median waktu untuk keluar adalah 12 hari dan untuk kelompok perawatan biasa, 11 hari.

Liu dan Aberg mengatakan para peneliti menyoroti perlunya uji coba tambahan untuk mempelajari terapi plasma penyembuhan Covid-19 pada kelompok pasien lain.

"Uji coba rawat jalan di masa depan dengan plasma pemulihan mungkin perlu dicocokkan dengan terapi antibodi monoklonal atau imunoglobulin hiperimun, kriteria kelayakan harus mencakup secara ketat mendefinisikan populasi yang paling mungkin mendapat manfaat," seperti dikutip dari Medpage, Rabu (19/5/2021).

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru plasma konvalesen
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top