Ilustrasi penyakit fisik yang terus datang akibat mengalami burnout syndrom/Freepik.com
Health

Waspadai Burnout Syndrome, Stres Berlebihan yang Muncul karena Bekerja

Restu Wahyuning Asih
Sabtu, 4 September 2021 - 15:13
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Memiliki motivasi untuk terus mencapai target dalam pekerjaan adalah hal yang bagus.

Selain bertanggung jawab, target kerja kadang bisa mendatangkan bonus ekstra seperti uang atau hadiah dari atasan.

Namun tak bisa dipungkiri, beberapa pekerjaan pasti bisa menguras tenaga dan terkesan melelahkan.

Akibat terlalu lama berada di bawah tekanan, stres dan depresi pun bisa datang.

Kadar stres yang cukup tinggi dalam bekerja ternyata bisa menyebabkan kita mengalami masalah kesehatan yang disebut dengan burnout syndrome.

Apa itu?

Burnout syndrome adalah kondisi stres berlebih yang berhubungan dengan pekerjaan.

Kondisi ini ditandai dengan kelelahan secara fisik dan emosional, akibat ekspektasi dan kenyataan karyawan di posisinya tidak berjalan sesuai yang dibayangkan.

Jika terus berlanjut, kondisi yang tak nyaman tersebut akan membuat kita kehilangan minat bekerja. Bahkan kadang tak punya lagi motivasi melakukan tugas dan tanggung jawab secara utuh.

Akhirnya, produktifitas kerja pun menurun secara drastis.

Melansir web Mayo Clinic, burnout syndrome terjadi karena adanya depresi. Depresi muncul karena kita sudah kehilangan energi saat bekerja.

Energi yang terkuras habis itu disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan. Misalnya, tak ada orang bisa membantu pekerjaan Anda.

Selain itu, burnout syndrom juga bisa terjadi karena tugas dan tanggung jawab berlebih yang diberikan kepada pekerja.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, kehidupan pribadi juga bisa terganggu. Parahnya, kita menjadi rentan terkena penyakit fisik.

Penyebab

Beberapa penyebab munculnya burnout syndrom atau job burnout ini adalah:

1. Tidak mampu mengontrol apa yang terjadi dan yang memengaruhi pekerjaan Anda.

2. Bayangan tentang pekerjaan yang tidak jelas.

3. Dinamika tempat kerja yang buruk, seperti bullying di kantor.

4. Jenis pekerjaan yang monoton atau bahkan terlalu dinamis.

5. Tidak ada dukungan sosial, karena pekerjaan Anda mungkin terlalu mengisolasi diri Anda dari orang lain atau kehidupan pribadi.

6. Kehidupan pekerjaan tidak seimbang, sehingga membuat Anda tidak memiliki waktu untuk hal lain selain pekerjaan.

Gejala

Burnout syndrom tak serta-merta hadir dalam satu malam.

Penyakit psikologis ini muncul secara bertahap akibat sering merasakan stres.

Secara umum, terdapat tiga ciri yang bisa dijadikan patokan jika Anda mengalami gejala burnout syndrome, yakni :

1. Stres mempengaruhi kondisi fisik (rentan sakit)

2. Kondisi emosional tidak stabil

3. Kebiasaan yang berubah drastis.

Cara mengatasi dan mencegah adanya masalah psikologis burnout syndrome:

1. Lihat batas kemampuan Anda dalam bekerja

2. Ungkapkan keluh kesah kepada orang yang dipercaya

3. Batasi diri dari hal negatif atau toxic

4. Sering lakukan relaksasi atau olahraga

5. Tidur yang cukup.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro