Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

9 Tanda di Kuku Bisa Jadi Petunjuk Penyakit Tertentu, Cek Sekarang

Berikut dokter Ning bagikan sembilan kondisi kuku, yang menunjukkan tanda-tanda penyakit di luar kuku.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  10:42 WIB
9 Tanda di Kuku Bisa Jadi Petunjuk Penyakit Tertentu, Cek Sekarang
Kondisi kuku rapuh menjukkan gejala penyakit dalam tubuh - Times of India
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Coba cek kuku Anda. Apakah bentuk dan warnannya normal, atau justru Anda menemukan sesuatu yang aneh pada kuku Anda? Jika jawaban Anda adalah yang kedua, kuku Anda mungkin ingin memberi tahu Anda bahwa Anda sedang mengidap suatu penyakit.

"Pemeriksaan kuku adalah salah satu pemeriksaan yang bisa memberikan petunjuk adanya penyakit 'yang lebih besar' sebagai penyebab utama suatu kondisi seseorang," jelas dokter spesialis penyakit dalam RA Adaninggar melalui akun Instagramnya, Selasa (28/12/2021).

Sebagai awam, mengenali petunjuk-petunjuk ini sangat penting untuk bisa segera mencari pertolongan medis, sehingga penyakit bisa dideteksi dan diobati secara dini. Tentunya, pengobatan lebih dini akan lebih baik bila dibandingkan dengan penyakit yang sudah berlangsung lama dan tidak diatasi dengan baik.

Berikut dokter Ning bagikan sembilan kondisi kuku, yang menunjukkan tanda-tanda penyakit di luar kuku.

1. Kuku Sendok

Kuku sendok atau dalam istilah medis disebut Koilonychia, memiliki bentuk kuku yang cekung yang menyerupai sendok. Kondisi kuku ini khas didapat pada mereka yang mengidap anemia kekurangan zat besi yang berlangsung lama. Misalnya, pada orang yang kurang gizi atau malnutrisi, perdarahan kronis atau menderita penyakit yang terkait gangguan metabolisme zat besi.

2. Paronikia

Paronikia adalah kondisi keradangan lipatan kulit di sekitar kuku. Kondisi ini disebabkan oleh adanya infeksi bakteri atau jamur, bisa terjadi karena luka, trauma atau karena sistem imun yang kurang baik, misalnya penderita komorbid.

3. Kuku Psoriasis

Psoriasis ditandai dengan adanya perubahan bentuk dan warna kuku. Perubahan warna kuku menjadi putih, kuning atau cokelat dengan permukaan kasar dan berlubang.

"Kadang muncul banyak debris di bawah kuku yang menyebabkan kuku terangkat dan bisa lepas. Hal ini akan menimbulkan nyeri," kata dokter yang akrab disapa Ning ini.

Biasanya, kondisi ini sering terjadi pada penderita psoriasis.

4. Splinter Hemorrhage

Splinter Hemorrhage merupakan kondisi yang ditandai dengan bercak perdarahan di bawah kuku sepanjang arah pertumbuhan kuku. Kondisi ini terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di bawah kuku, bisa disebabkan oleh trauma atau terkait penyakit-penyakit yang menyebabkan keradangan pembuluh darah seperti endokarditis bakteri, diabetes, vaskulitis, penyakit autoimun atau kanker.

5. Kuku Terry

Kondisi ini ditandai dengan permukaan kuku yang berwarna putih dan buram seperti kaca tanpa adanya lunula (lengkungan di bagian bawah kuku). Kuku Terry terjadi karena peurunan aliran darah dan penambahan jaringan ikat di bawah kuku. Kondisi ini bisa dialami oleh penderita penyakit liver kronis, diabetes, gagal jantung, penyakit ginjal kronis, hipertiroid dan malnutrisi.

6. Garis Muehrcke

Garis-garis putih horizontal pada kuku disebut dengan garis Muehrcke. Kondisi ini sering dialami pada orang yang mengalami Hipoalbumin (kekurangan albumin). Hipoalbumin dapat terjadi karena malnutrisi, penyakit liver, penyakit ginjal, dan penyakit radang kronis lainnya.

7. Kuku Pitting

Permukaan kuku seperti berlubang-lubang atau banyak cekungan disebut dengan kuku Pitting. Kondisi ini sering terjadi pada penderita autoimun, psoriasis, radang kronis dan alergi.

8. Garis Beau

Garis Beau bisa terjadi pada penderita diabetes, penyakit pembuluh darah tepi dan kekurangan zink. Kondisi ini ditandai dengan cekungan horizontal pada kuku.

9. Clubbing Finger

Clubbing Finger adalah suatu kondisi dimana ujung jari Anda membesar seperti palu. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh kurangnya oksigen yang terjadi lama atau kronis, misalnya pada penyakit jantung bawaan atau penyakit paru kronis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit cat kuku
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top