Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

HIV-AIDS di Indonesia dari Masa ke Masa

Kasus HIV AIDS masih mengintai di Indonesia hingga saat ini, dan jumlahnya juga masih terus bertambah.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  17:34 WIB
HIV-AIDS di Indonesia dari Masa ke Masa
Ilustrasi HIV AIDS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak ditemukan pertama kali ditemukan pada tahun 1983 oleh dr. Zubairi Djoerban di Pasar Rumput, Indonesia masih terus dihadapkan dengan kasus HIV dan AIDS, hingga kini.

Direktur Direktorat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes Imran Pambudi menyebut prevalensi HIV dan AIDS di Indonesia rata-rata per wilayahnya kini, dibawah 1 persen hanya Papua dan Papua Barat yang di atas angka 1 persen.

"Di Indonesia prevalensi HIV sebagian besar di wilayah itu ada 0.26 persen Sedangkan di papua dan papua barat 1.8 persen," kata dr. Imran Pambudi dalam konferensi pers secara daring pada Senin (29/11/2022).

Sementara, Asia Tenggara menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus HIV dan AIDS di seluruh dunia. Berikut ini uraian kasus HIV AIDS di Indonesia dari tahun ke tahun:

Tahun 1983

Tahun 1983 menjadi angka yang bersejarah, sebab pada tahun tersebut, dr. Zubairi Djoerban yang baru saja pulang dari Prancis untuk menempuh pendidikan di Institute Cancerologie et d’Immunogenetique Hopital Paul Brousse, Villejuif, Prancis, dia menemukan tiga orang yang diduga penyakit yang saat itu masih terbilang langka, AIDS.

Saat itu, dia melakukan penelitian di kalangan waria di Pasar Rumput dan menemukan beberapa orang yang memiliki kadar CD4nya sangat rendah. Hingga kemudian disimpulkan tiga diantara orang-orang yang diperiksa oleh dr. Zubairi, memenuhi kriteria diagnosis AIDS.

Kasus pertama, tahun 1987

Meskipun Zubairi Djoerban disebut sebagai pionir kasus HIV AIDS di Indonesia atas jasanya menemukan kasus terindikasi AIDS pada tahun 1983. Tetapi Jurnal Kependudukan Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2008 dan ditulis oleh SS. Purwaningsih dan Widayatun menyebutkan, kasus pertama HIV AIDS ditemukan di Bali, 4 tahun kemudian, 1987.

Berdasarkan Laman Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar, pada tahun 1987 tersebut, memang ada 3 orang laki-laki yang positif terinfeksi virus HIV. Dan tidak ada data tahun-tahun sebelumnya mengenai kasus ini di Bali. 

Namun Laman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pada 2016 lalu menyebut, tahun 1987 ini ditemukan ada 5 kasus AIDS di Indonesia.

Tahun 1997

Laman Kemenpppa pada 2016 lalu juga menyebut, dalam rentang waktu 10 tahun pasca ditemukan kasus pertama pada tahun 1987, tahun 1997 hanya bertambah menjadi 44 kasus HIV/AIDS di Indonesia. 

Tahun 1999

Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Universitas Andalas yang diterbitkan tahun 2008 dan ditulis oleh Hardisman mengungkap, Departemen Kesehatan Indonesia melaporkan hanya sekitar 1000 kasus HIV AIDS di Indonesia. 

Meskipun demikian, WHO dan UNAIDS memperkirakan jumlah kasus tersebut bukanlah jumlah kasus yang sebenarnya. Angka yang diperkirakan oleh dua lembaga internasional tersebut adalah sekitar 26.000 kasus HIV AIDS di Indonesia.

Tahun 2001

Jurnal Kependudukan Indonesia tahun 2008 menyebutkan, pada tahun 2001, para ahli epidemiologi Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan bantuan konsultan WHO, memperkirakan bahwa jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) ada sekitar 80.000- 120.000.

Tahun 2003

Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Universitas Andalas mengungkap, pada tahun 2003, berdasarkan angka pengguna narkoba dan prostitusi, Departemen Kesehatan,1 memperkiraan jumlah kasus HIV di Indonesia sekitar 110.000 orang. 

Senada dengan jumlah tersebut, Lindquist dalam jurnalnya yang diterbitkan pada tahun 2005 tentang Organising AIDS in the borderless world: A case study from the Indonesia–Malaysia–Singapore Growth Triangle juga menyebutkan, jumlah penduduk sekitar 220 juta dan dengan adanya pengguna narkoba dan prostitusi, diperkirakan jumlah kasus HIV positif sekitar 120.000.

Tahun 2007/2008

Lalu, 6-7 tahun berselang, berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan The United Nations Development Programme (UNDP), sekitar 172.000- 219.000 orang di Indonesia, telah terinfeksi virus HIV. 

Namun laman Kemenpppa pada 2016 lalu mengungkap, jumlah keseluruhan kasus HIV AIDS di Indonesia adalah sebanyak 2.947 kasus.

Tahun 2009

Berdasarkan laman Kemenpppa pada tahun 2016 juga dijelaskan, pada tahun 2009, kasus HIV AIDS di Indonesia mengalami kenaikan sebesar delapan kali lipat. Dari 2.947 kasus pada tahun 2007, menjadi 17.699 pada tahun 2009, dengan jumlah kematian mencapai 3.586 kasus.

Tahun 2010-2020

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, pada tahun 2010 ada 52.990 kasus HIV AIDS dan tahun 2020 menurun hampir 50 persen, menjadi 26.730 kasus. Meskipun target awal tahun 2020 hanya ada 14.000 kasus.

“Di dalam kurun waktu 2010-2020 sebelumnya telah terjadi kemajuan yang signifikan di dalam penanggulangan HIV dan AIDS, jadi infeksi baru HIV-nya itu sudah menurun cukup banyak,” ungkap dr. Imran Pambudi dalam konferensi pers secara daring pada Senin (29/11/2022).

Menurutnya, penurunan angka ini sebagai dampak positif dari pengendalian HIV AIDS yang berfokus pada  intervensi pencegahan dan juga ekspansi dalam hal pemberian terapi antiretroviral.

Tahun 2021

Berdasarkan laporan perkembangan HIV AIDS dan PIMS di Indonesia Triwulan I Tahun 2021, jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan sampai Maret 2021 sebanyak 427.201 (78,7% dari target 90 persen estimasi ODHA tahun 2020 sebesar 543.100). 

Tahun 2022

Koordinator Substansi HIV AIDS dan PIMS Kemenkes dr. Ratna Budi Hapsari menyebut, estimasi orang dengan HIV (ODHIV) terkini sebanyak 526.841 orang dan baru ditemukan sebanyak  417.853.

“Kita punya estimasi odhiv di Indonesia sebesar 526.841 orang, sebanyak itu yang harus ditemukan, sekarang ini kita sudah menemukan 417.853 atau sekitar 79 persen,” jelas dr. Ratna dalam konferensi pers secara daring pada Senin (29/11/2022).

Selain itu, dr. Imran juga menjelaskan, angka terkini kasus HIV yang menyerang anak di Indonesia. Sebanyak 12.553 anak di bawah usia 14 tahun, positif terinfeksi HIV.

“HIV pada anak di Indonesia, kalau dilihat dari total, ada sekitar 12.553 anak usia 14 tahun kebawah yang diketahui status hiv ini kalau dilihat dari data 2010 sampai September 2022,” pungkas dr. Imran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hiv/aids PEMBERANTASAN HIV sejarah sejarah indonesia
Editor : Widya Islamiati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top