Petugas mengambil sampel di laboratorium Prodia/Dok. Prodia
Health

Gangguan Kesehatan Mental Bisa Dilacak dengan Cek Laboratorium

Mutiara Nabila
Jumat, 1 September 2023 - 08:16
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kesehatan mental kerap menjadi perbincangan hangat di masyarakat belakangan ini. Melalui media sosial semakin banyak orang yang mengaku mengalami gangguan kesehatan mental. 

Hal ini juga dibuktikan oleh data World Mental Health Report 2022 (WHO), bahwa pengidap gangguan kesehatan mental di dunia meningkat terutama setelah masa pandemi Covid-19. 

Beberapa jenis gangguan kesehatan mental yang terpantau meningkat signifikan adalah depresi mayor dan gangguan kecemasan atau anxiety. Jumlahnya diperkirakan 246 juta jiwa di seluruh dunia untuk depresi mayor, dan 374 juta jiwa untuk gangguan kecemasan. 

Masing-masing juga memiliki persentase kenaikan sebesar 28 persen untuk depresi mayor dan 26 persen untuk gangguan kecemasan.

Rata-rata gangguan kesehatan mental tersebut menimpa masyarakat kelompok usia remaja dan dewasa produktif dengan rentang usia 12- 49 tahun. 

Cek Laboratorium Menjadi Solusi

Untuk melacak gangguan kesehatan mental, ternyata tak hanya perlu memeriksakan diri ke psikolog atau psikiater. Pada beberapa kasus, gangguan kesehatan mental terjadi karena bawaan dari penyakit yang diderita. 

Head of Business & Marketing PT Prodia Widyahusada Nelly Sari menyebutkan, beberapa kasus gangguan kesehatan mental terjadi karena penderitanya mengalami penyakit berat. Seperti diabetes, hipertensi atau darah tinggi, kanker, dan penyakit lainnya. Namun, mereka sering kali belum menyadari menjadi pengidap penyakit tersebut. 

Oleh karena itu, pengecekan melalui laboratorium untuk melacak penyakit yang belum terdeteksi. Sehingga bisa menentukan apakah gangguan mental yang dialami karena penyebab lingkungan sekitar atau karena mengalami penyakit bawaan. 

Setidaknya ada 12 jenis tes laboratorium yang bisa dilakukan untuk melacak penyakit sebelum menentukan jenis gangguan kesehatan mental yang dialami, berikut ini:

1. Tes kesehatan usus untuk mengukur kadar mikrobiota di dalam perut

2. Tes HbA1C untuk mengukur kadar glukosa atau gula dalam darah

3. Tes TSHs untuk mengukur kadar tiroid dalam darah

4. Tes HScrp untuk mendetekssi peradangan karena kondisi akut atau memantau tingkat keparahan penyakit kronis

5. Tes Amino Acid Profile untuk mengetahui adanya defisiensi atau kekurangan asam amino dalam tubuh

6. Tes Omega Profile untuk mengetahui kadar asam lemak yang diperlukan tubuh

7. Tes Vitamin D

8. Tes Asam Folat

9. Tes kadar mineral dalam tubuh (Zinc, Selenium, dan Mangan). 

10. Tes Homocysteine untuk mendiagnosis kekurangan vitamin B6, B9, dan B12 untuk menilai risiko penyakit jantung

11. Tes Estradiol

12. Tes Kortisol

Untuk melakukan skrining yang diperlukan, akan dipilihkan oleh psikiater sesuai dengan kebutuhan pasien.

"Dengan tes-tes ini ada penyakit-penyakit yang harus disingkarkan atau dilacak terlebih dahulu, misalnya diabetes, hipertensi, ini harus dilacak dulu, supaya kita nggak salah diagnosa, jangan-jangan depresinya bukan karena gangguan mental tapi karena mengidap penyakit tertentu. Itu bisa terlacak di hasil laboratorium," ungkap Nelly dalam pertemuan dengan media, Kamis (31/8/2023).

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro