Diet keto/
Health

6 Tanda Bahaya dari Diet Ketat yang Perlu Diwaspadai

Redaksi
Jumat, 22 Desember 2023 - 18:35
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Diet bukan hanya soal mengurangi jumlah makanan saja, melainkan mengganti makanan dengan sumber karbohidrat simpel.

Misalnya,diganti dengan oatmeal, gandum, ubi, atau nasi merah yang bisa membuat Anda kenyang lebih lama sehingga mengurangi jumlah makanan yang Anda makan.

Hasil yang tidak kunjung terlihat terkadang membuat seseorang menjadi melakukan diet ketat dan ekstrim untuk mencapai berat badan yang diinginkan dalam waktu singkat.

Meski hasilnya cukup menggiurkan, namun perlu diketahui bahwa menurunkan berat badan dengan diet ketat bisa menimbulkan konsekuensi yang berbahaya bagi tubuh.

Melansir dari Times of India, berikut ini adalah enam tanda berbahaya dari diet ketat yang harus diwaspadai.

1. Kekurangan nutrisi

Diet mogok memberlakukan pembatasan kalori yang parah untuk menurunkan berat badan lebih cepat, mengakibatkan asupan unsur-unsur penting yang tidak mencukupi seperti protein, vitamin, dan mineral. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.


2. Melemahkan otot

Sebagian besar diet secara cepat menyebabkan hilangnya otot dan lemak. Penurunan berat badan yang cepat dapat menyebabkan jaringan otot rusak untuk menghasilkan energi, yang dapat mengakibatkan kelelahan, kelemahan, dan penurunan kekuatan fisik.

3. Perlambatan metabolik

Risiko yang jarang diketahui dari diet ketat adalah potensi metabolisme yang melambat. Secara drastis mengurangi asupan kalori menandakan kepada tubuh bahwa ia berada dalam keadaan kelaparan, mendorong perlambatan metabolisme untuk menghemat energi.

4. Ketidakseimbangan elektrolit

Diet ketat berpotensi mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh, yang dapat mengakibatkan masalah seperti ketidakseimbangan elektrolit dan dehidrasi. Selain itu, dapat menimbulkan kejang otot, pusing, dan masalah jantung.

5. Batu empedu

Peningkatan risiko perkembangan batu empedu dikaitkan dengan penurunan berat badan yang cepat, terutama bila dikombinasikan dengan asupan makanan tertentu yang tinggi atau konsumsi lemak sehat yang rendah. Endapan kecil dan mengeras ini dapat memerlukan intervensi medis dan menyebabkan ketidaknyamanan.

6. Fungsi imunologi yang melemah

Individu yang mengonsumsi makanan yang tidak mencukupi lebih rentan terhadap masalah kesehatan karena tubuh menjadi kurang mampu melawan infeksi dan penyakit.

Memprioritaskan strategi pengendalian berat badan yang berkelanjutan dan seimbang, terlibat dalam olahraga teratur, dan mencari bimbingan dari seorang profesional medis sangat penting untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang. (Lala Wahyuningsih)

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro