Diet keto/
Health

Jangan Asal Diet Keto, Malah Bisa Berisiko Sebabkan Kanker Pankreas

Mutiara Nabila
Jumat, 5 Januari 2024 - 20:25
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat masa kini banyak yang ingin mencoba hidup lebih sehat dengan bonus penurunan berat badan, salah satunya dengan melakukan diet keto. 

Namun, jika tidak sesuai kebutuhan tubuh, diet ini malah bisa menyebabkan masalah lain, salah satunya kanker pankreas. 

Melansir WebMD, Diet Ketogenik atau diet keto adalah istilah untuk diet rendah karbohidrat. Para pelakunya bisa mendapatkan lebih banyak asupan kalori dari protein dan lemak dan lebih sedikit dari karbohidrat.  

Dalam diet ini, pelaku diet keto harus mengurangi sebagian besar karbohidrat yang mudah dicerna, seperti gula, soda, kue kering, dan roti putih.

Diet ini digadang-gadang bisa cepat menurunkan berat badan meskipun diisi dengan makanan tinggi lemak dan protein dari daging-dagingan. 

Cara kerjanya, ketika mulai diet keto, dalam 3-4 hari tubuh akan mulai kekurangan "bahan bakar" yang biasanya menggunakan gula atau karbohidrat. Dengan demikian, tubuh kemudian akan membakar protein dan lemak di dalam tubuh untuk dijadikan energi. 

Selain untuk menurunkan berat badan, diet keto juga diyakini dapat membantu mengelola kondisi medis tertentu, seperti epilepsi. Namun, untuk menerapkannya harus terlebih dulu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah aman untuk mencoba diet keto ini. 

Pasalnya, diet tinggi lemak justru bisa menimbulkan masalah lain bagi yang berisiko tinggi, salah satunya kanker pankreas. 

Guru Besar FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam mengatakan, diet tinggi lemak seperti konsumsi daging merah berisiko tinggi membentuk kanker pankreas. 

"Kalau bicara soal daging merah atau diet lemak-lemak itu bukan saja kanker pankreas tapi juga kolorektal atau kanker usus besar. Oleh karena itu, saran saya justru kurangi konsumsi daging merah terutama untuk orang-orang diatas 40 tahun karena ada risiko kanker pankreas," ujarnya dalam Media Briefing, Jumat (5/1/2024). 

Menurut Prof. Ari, daging merah menjadi tersangka karena jenis daging ini sulit dicerna tuntas oleh tubuh. Jika terlalu sering mengonsumsinya, bisa menyebabkan peradangan kronis yang lama-lama akan terbentuk menjadi kanker. 

"Jadi jika ingin tetap mencoba diet keto,  bisa pilih protein lain dari white meat atau daging putih, seperti dari ayam dan ikan. Jangan lupa tetap harus konsumsi serat yang seimbang dan minum air putih," paparnya. 

Adapun, beberapa faktor risiko penderita kanker pankreas adalah berikut ini:

- Usia di atas 55 tahun

- Lebih banyak diderita oleh laki-laki

- Obesitas

- Diet tinggi lemak

- Diabetes Melitus

- Perokok

- Minum alkohol

- Pernah mengalami penyakit pankreas kronis

- Genetik

Prof. Ari mengatakan, meskipun faktor risikonya untuk usia di atas 55 tahun, namun bagi yang memiliki genetik turunan orang tua yang pernah mengalami kanker pankreas, dan menjalani gaya hidup kurang sehat, bisa mulai melakukan pemeriksaan dini sejak usia 35 tahun. 

Pemeriksaan bisa dibarengi ketika melakuakn medical check up setahun sekali, dengan memeriksakan darah perifer lengkap, fungsi hati, bilirubin, amilase/lipase, dan tumor marker. 

Sementara itu, jika sudah menunjukkan gejala, bisa dilakukan pemeriksaan seperti USG, CT Scan, atau MRI. 

"Pemeriksaan ini bisa diminta sesuai kebutuhan bersamaan dengan medical check up. Masyarakat juga tidak perlu khawatir karena di beberapa rumah sakit, pemeriksaan ini juga sudah dikaver oleh BPJS," jelasnya.

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro