Jangan Kalap Makan saat Lebaran, Hitung Jumlah Kalorinya

Berbagai hidangan lezat biasanya tersaji saat Lebaran tiba.
Jangan Kalap Makan saat Lebaran, Hitung Jumlah Kalorinya Tika Anggreni Purba | 03 Juni 2019 10:29 WIB
Jangan Kalap Makan saat Lebaran, Hitung Jumlah Kalorinya
Hidangan menyambut Lebaran - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Berbagai hidangan lezat biasanya tersaji saat Lebaran tiba.

Semua makanan enak belum tentu baik bagi kesehatan. Apalagi makanan yang biasanya disajikan saat lebaran adalah makanan yang mengandung lemak dan garam yang tinggi.

Hal ini tentu saja dapat memicu berbagai penyakit.

“Setelah Lebaran banyak sekali yang datang ke dokter, setelah dicek profil lipidnya, kolesterolnya tinggi semua,” ujar dokter spesialis gizi Diana Sunardi.

Dia mengatakan bahwa penyakit yang paling sering timbul adalah dislipidemia yakni kondisi kadar kolesterol yang tidak normal. Banyak juga pasien yang mengalami peningkatan kadar trigliserida karena kebanyakan konsumsi karbohidrat sederhana.

Diana mengatakan bahwa sebetulnya tidak ada yang berubah dalam prinsip makan sekalipun saat Lebaran. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya sesuai jenis makanan dan jumlahnya dengan anjuran dokter.

Makanan sebaiknya memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral secara seimbang.

“Saat Lebaran mungkin cari sayuran susah, tetapi mungkin ada acar atau buah-buahan, konsumsilah itu” katanya.

Sementara untuk lauk sebagai sumber protein, Diana menganjurkan untuk mengonsumsinya sewajarnya saja. Jika ada berbagai pilihan misalnya opor ayam, rendang, dan ayam gulai, sejak awal harus ditentukan mau makan yang mana. Sebaiknya pilih salah satu saja dari berbagai menu lauk tersebut.

Kalau dalam satu hari Anda harus mengunjungi lebih dari 1 tempat dengan tawaran yang sama, sebaiknya buat perencanaan makanan apa yang akan dikonsumsi dan menghitung jumlah kalorinya.

“Kalau tiap tuan rumah menawakan makan besar, Anda bisa mengambilkan sedikit-sedikit saja di setiap rumah,” ujar Diana.

Dia menganjurkan agar masyarakat jangan meremehkan jumlah kalori yang diasup saat Lebaran. Apalagi, Lebaran di Indonesia sering berlangsung lebih dari 2 hari, otomatis jumlah makanan yang dikonsumsi lebih dari biasanya.

Itulah sebabnya Diana menganjurkan untuk menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan setiap hari.

“Dari pada berat badan meningkat dan menimbulkan berbagai penyakit, lebih baik jumlah makanannya ditakar terlebih dahulu,” ujarnya lagi.

Penghitungannya begini, apabila Anda memiliki kebutuhan harian 2.000 kalori, silakan bagikan kebutuhan harian itu dengan jumlah porsi makanan yang akan Anda konsumsi selama satu hari.

“Misalnya harus mendatangi 7 rumah dengan 7 porsi makanan, silakan 2.000 kalori itu dibagi,” tukas Diana.

Tetapi perlu diingat, jenis makanan harus seimbang dengan nutrisi yang seimbang dan diperlukan tubuh. Jangan asal makan saja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penyakit, kolesterol, lebaran

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top